
Mataram, Talikanews.com – Gubernur NTB, Dr Zulkieflimansyah meminta kepada Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID), supaya mengawal siaran sehat dan transformasi televisi digital.
Hal itu dikatakan karena, KPID merupakan lembaga independen strategis di daerah yang menjamin masyarakat untuk memperoleh informasi sehat dan layak serta ikut membantu pengaturan infrastruktur bidang penyiaran.
“Terutama transformasi dari TV analog ke digital yang akan bermigrasi tahun mendatang,” kata Gubernur saat menerima silaturahmi Komisioner KPID, Rabu 8 September 2021, diruang kerjanya.
Dikatakan Gubernur, transformasi dari TV analog ke digital harus benar-benar dikawal dan didorong sosialisasi transformasi digital televisi ini. Agar lembaga penyiaran dan masyarakat memahaminya. “Literasi digital harus diperkuat,”ungkapnya di hadapan 7 komisioner baru yang dilantik beberapa bulan yang lalu.
Di era digitalisasi ini banyak konten-konten informasi yang melenceng. Jadi perannya harus betul-betul optimal menjaga dan mengawal informasi di daerah. “Agar hak masyarakat mendapatkan informasi dari TV maupun radio benar-benar akurat dan dapat dipertanggungjawabkan,” tegasnya.
Ketua KPID NTB Ajeng Rosalinda Motimori, mengatakan pertemuan ini untuk silaturahmi dan memperkenalkan diri para komisioner baru sekaligus untuk menyampaikan agenda dan program KPID tahun 202I-2023 kepada Gubernur. Termasuk melaporkan beberapa agenda koordinasi dengan Dinas Kominfotik NTB, Balai Monitoring Frekuensi (Balmon) Kemenkominfo RI di Mataram dan beberapa lembaga dan instansi di NTB.
“Balmon merupakan mitra, yang perannya cukup strategis untuk mengatur frekuensi di NTB,”kata Bunda Ajeng. Selain itu, tahun 2022 mendatang rencananya akan dibuat Radio Komunitas di desa-desa, dengan nama, Radio Komunitas Desa Gemilang. Sebagai salah satu kanal menyampaikan capaian dan progres pembangunan daerah.Termasuk wahana edukasi memperkuat literasi digital di NTB,” jelasnya.
Sedangkan program lain seperti literasi digital, anugerah lembaga penyiaran lain tetap dilakukan. Ia juga berharap dukungan Pemprov. NTB untuk sarana prasarana guna mendukung menghadapi lonjakan munculnya TV digital, pada saat tranformasi digital dari TV analog ke digital. (TN-red).