Demi Masyarakat, Gubernur NTB siap Digugat PT GTI terkait Pemutusan Kontrak

Sumbawa, Talikanews.com – Gubernur NTB, Dr Zulkieflimansyah berhasil memperjuangkan keinginan masyarakat Gili Trawangan, Lombok Utara, supaya tetap menjalankan aktifitas perekonomian di atas lahan seluas 65 hektare, yang sebelumnya dibawah kendali PT GTI.

Kepada awak media, Gubernur menegaskan, siap menerima gugatan dari PT GTI, demi memperjuangkan kepentingan masyarakat.

“Kalau PT GTI menggugat, yang akan turun tangan bukan Pemprov NTB, pasti Satuan Tugas (Satgas) Investasi Nasional, didalamnya ada Presiden. Terlebih pemutusan kontrak dengan PT Gili Trawangan Indah (GTI) atas berbagai pertimbangan matang oleh Tim,” ungkapnya, Sabtu 4 September 2021, di Sumbawa.

Gubernur mengatakan, lahan yang memiliki berpotensi menambah pendapatan asli daerah (PAD) ratusan miliar per tahun di lokasi pariwisata dunia terletak di Gili Trawangan, pemutusan kontrak atas berbagai kajian mendalam.

“Pemerintah pusat yang memutuskan melalui Satgas Investasi Nasional, bukan kita, makanya kalau PT GTI menggugat, iya Nggak apa-apa, kan berurusan dengan presiden,” kata dia.

Menurut Gubernur, Satgas Investasi Nasional sudah sangat bagus mengambil terobosannya. Meskipun langkah yang diambil Pemprov NTB ingin melakukan pembaharuan ulang kontrak (adendum) dengan PT GTI, namun menemui jalan buntu.

Gubernur mengungkapkan, dari 65 Ha lahan yang dikontrak itu ternyata 60 Ha sudah dibangun sejumlah usaha dan perhotelan dari sejumlah investor lokal serta masyarakat yang mendiami Gili Trawangan. Tersisa hanya lima Ha yang belum digarap.

“Kita usulkan dalam adendum kemarin itu tidak boleh lagi dipakai oleh GTI di lahan 60 Hektare, karena sudah dipakai oleh masyarakat disana. Kalau anda mau serius, ada tersisa 5 Hektare, kita bilang anda garap sendiri supaya GTI-nya senang juga masyarakat lokal tidak terganggu, tapi pihak PT GTI tidak merespon,” terangnya.

Gubernur menuturkan, dua kali mengundang PT GTI rapat dan mereka tidak terima mau hadir,” wes kita putus kontraknya,” ujar Dr Zul.

Hingga berita ini diturunkan, PT GTI belum memberikan tanggapan. (TN-red)

Related Articles

Back to top button