Perkuat Kapasitas Keluarga, Pemprov NTB Bentuk Pusat Pembelajaran

Mataram, Talikanews.com – Perkuat kapasitas keluarga, Pemerintah Provinsi NTB membentuk Pusat Pembelajaran Keluarga (Puspaga) diseluruh Kabupaten/Kota yang berfungsi sebagai unit pelayanan pembelajaran keluarga hingga tingkat desa.
Hal ini dilakukan sejalan dengan cita – cita pembangunan NTB Gemilang yakni dalam meningkatkan peran ibu dan keluarga dalam pendiddikan pengasuhan anak, menurunkan kekerasan terhadap anak, menurunkan angka pekerja anak dan pencegahan perkawinan anak, salah satu program/kegiatan strategis untuk percepatan KLA dengan menyediakan layanan untuk penguatan kapasitas keluarga.
“Puspaga harus diseriusi, ini adalah menjadi kewajiban kita dalam menyiapkan fasilitas dan program Pemerintah untuk masyarakat, saya akan terus mendorong agar Puspaga dapat dibentuk diseluruh Kabupaten/Kota” kata Wakil Gubernur NTB, Hj. Sitti Rohmi Djalillah saat membuka acara Puspaga Rabu 1 September 2021, di Mataram.
Rohmi menghimbau kepada seluruh stokeholder terkait agar terus memberikan edukasi kepada masyarakat, salah satunya terkait masalah stunting, kematian ibu, kematian bayi, dan berbagai masalah kesehatan yang kompleks seperti pernikahan anak, PMI Ilegal, Narkoba, Lingkungan Hidup, Bencana, dan lain sebagainya.
“Permasalahan kita di NTB sebagian besar disebabkab oleh kurangnya edukasi dan pemahaman, banyaknya yang tidak mengerti mengenai berbagai hal, misalnya dalam hal pola hidup bersih dan sehat yang sudah dibicarakan bertahun-tahun tetapi belum juga kita dapat tuntaskan,” cetusnya.
Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk Dan Keluarga Berencana (DP3AP2B) NTB, Hj. Husnanidiaty Nurdin mengatakan bahwa puspaga adalah salah satu pintu yang berada dihulu dalam rangka mencegah perkawiann anak.
“Puspaga itu pembelajaran sebagaimana yang ibu wagub katakana apa yang kita lakukan ini adalah edukasi yakni parenting dan edukasi yang menjadi perhatian kami,” katanya.
Eny juga menginformasikan kepada Wagub NTB bahwa Rumah aman (shelter) di NTB sudah diaplikasikan 100 persen di seluruh Kabupaten/Kota.
“Alhamdulillah 10 kab kota sudah terdapat shelter, hanya saja UPTD belum semua, UPTD yang sudah ada itu baru 6, sementara 4 kabupaten yang belum itu dari kabupaten Lombok Tengah, Kabupaten Lombok Utara, Kabupaten Bima dan Kota Mataram semua masih berproses,” tutupnya (TN-red)





