Gubernur NTB Tidak akan Biarkan Masyarakat Dirugikan akibat Sirkuit MotoGP Mandalika

Mataram, Talikanews.com – Gubernur NTB, Dr Zulkieflimansyah langsung menyikapi dinamika pembangunan terkait sejumlah pemukiman warga yang terisolir di dalam area Sirkuit Mandalika.
Bahkan, menegaskan sebagai pemimpin, tidak akan membiarkan masyarakat dirugikan oleh pembangunan. Hal itu dikatakannya saat menerima Solidaritas Warga Intern Mandalika (SWIM) di ruang kerjanya, Senin 23 Agustus 2021.
Gubernur mengatakan, pemerintah daerah sebagai fasilitator berupaya keras agar masyarakat mendapatkan haknya secara adil sesuai ketentuan hukum.
“Kita tentu harus menempatkan pada proporsinya. ITDC adalah BUMN dan KEK Mandalika dengan sirkuitnya juga etalase nasional. Pemprov akan hadir memfasilitasi agar ITDC membangun relasi yang baik dengan masyarakat,” ungkapnya.
Gubernur mengaku, kehadiran SWIM itu kaitan belum jelasnya keputusan ITDC terkait pemukiman warga Dusun Ujung Lauk dan Dusun Ebunut.
Sebanyak 60 kepala keluarga dengan 166 jiwa menunggu relokasi dan pembayaran tanah atau menjadikannya kawasan pemukiman khusus yang berada di komplek sirkuit.
Dikatakan Gubernur, jika opsi ITDC mempertahankan pemukiman tersebut sebagai master plan area sirkuit, maka terutama akses jalan masuk dan pemukiman harus ditata lebih baik serta menyiapkan pemberdayaan yang memadai bagi warga.
Seandainya harus direlokasi, persoalan pembayaran dan data riil pemilik tanah dan administrasinya harus valid untuk menghindari oknum yang mengambil keuntungan. Pilihannya adalah tukar guling, maka nilainya harus setara dengan aset yang dimiliki warga.
“ITDC harus proaktif berkomunikasi,” sebut Gubernur.
Terkait perhelatan World Superbike pada November mendatang, Gubernur akan berkomunikasi dengan ITDC melalui tim appraisal dengan mengutus perwakilan Pemprov agar dalam dua bulan harus ada solusi dan kegiatan yang jelas.
Sementara itu, ketua SWIM, Lalu Alamin, mengatakan, apapun keputusan yang diambil oleh ITDC agar tidak digantung. Bahkan ia mengklaim warga di dusun Ebunut siap direlokasi tanpa menerima pembayaran diawal asalkan ada komitmen dari ITDC menyelesaikan persoalan.
“Kami siap membantu tim agar data dan harapan warga dusun Ebunut benar-benar dilaksanakan secepatnya apapun keputusan ITDC,” tutupnya (TN-red)





