Fraksi PKS DPR RI Apresiasi Pertumbuhan Ekonomi capai 7 persen, Tapi Angka Pengangguran masih Banyak

Mataram, Talikanews.com – Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) apresiasi pertumbuhan ekonomi Indonesia kuartal II-2021 mencapai 7,07 persen secara year on year (YoY) seperti yang di rilis Badan Pusat Statistik (BPS), Kamis 5 Agustus 2021. Hanya saja, dibalik pertumbuhan itu, justru angka pengangguran masih banyak sehingga pemerintah perlu menggenjot program padat karya.
Anggota Fraksi PKS DPR RI, Suryadi Jaya Purnama menjelaskan, kalau melihat rilis BPS dari sisi produksi, lapangan usaha transportasi dan pergudangan juga mengalami pertumbuhan tertinggi sebesar 25,10 persen.
Untuk lapangan usaha konstruksi berada pada peringkat ke-15 dengan pertumbuhan sebesar 4,42 persen. Pertumbuhan sektor konstruksi ini tidak terlepas dari dukungan realisasi belanja modal pemerintah untuk konstruksi yang mengalami kenaikan sebesar 50,22 persen dan meningkatnya kegiatan pembangunan infrastruktur yang sejalan dengan peningkatan impor bahan baku untuk aktivitas konstruksi, seperti barang dari besi dan baja dasar.
“Partai Keadilan Sejahtera (PKS) mengapresiasi meningkatnya pertumbuhan ekonomi sebesar 7,07 persen yang telah mengeluarkan Indonesia dari resesi. Namun demikian sangat disayangkan bahwa sektor yang memiliki tingkat penyerapan tenaga kerja yang tinggi yakni sektor pertanian cuma tumbuh 0,38 persen YoY dan industri manufaktur sebesar 6,58 persen YoY,” ungkapnya, Jumat 6 Agustus 2021.
Politisi asal Dapil NTB 2 Pulau Lombok ini memaparkan, dalam kondisi ekonomi saat ini setiap 1 persen pertumbuhan ekonomi diperkirakan hanya dapat menyerap 110.000 tenaga kerja, padahal pada tahun 2013 setiap 1 persen pertumbuhan ekonomi diperkirakan dapat menyerap 270.000 tenaga kerja.
Sehingga keluarnya Indonesia dari resesi ini belum tentu berdampak pada meningkatnya kesejahteraan masyarakat terutama yang berkaitan dengan penyediaan lapangan pekerjaan. Hal ini terlihat dari data BPS pada bulan Mei 2021 yang menunjukkan bahwa masih terdapat 19,10 juta orang (9,30 persen penduduk usia kerja) yang terdampak Covid-19.
Dimana jumlah pengangguran karena Covid-19 (1,62 juta orang), Bukan Angkatan Kerja (BAK) karena Covid-19 (0,65 juta orang), sementara yang tidak bekerja karena Covid-19 (1,11 juta orang), dan penduduk yang bekerja tapi mengalami pengurangan jam kerja karena Covid-19 (15,72 juta orang). Artinya, ada 3,38 juta orang penduduk yang tidak bekerja sama sekali akibat pandemi Covid-19 ini.
Oleh sebab itu Fraksi PKS DPR RI memandang masih perlunya peran Pemerintah dalam penyediaan lapangan pekerjaan, karena sektor-sektor yang memiliki tingkat penyerapan tenaga kerja yang tinggi masih terdampak pandemi. Terkait hal ini sebenarnya pada awal Juli 2021 KemenPUPR telah melaporkan bahwa program Padat Karya Tunai (PKT) hingga kuartal II 2021 sudah mencapai realisasi anggaran sekitar 47,1 persen. Sedangkan dari sisi penyerapan tenaga kerja sudah sebesar 61 persen, yakni sudah 755.816 tenaga kerja yang terserap.
Dimana secara keseluruhan, pada tahun 2021 Kementerian PUPR mengalokasikan anggaran Rp 23,24 triliun untuk program padat karya tunai, dengan target dapat menyerap 1,23 juta tenaga kerja. Oleh sebab itu F-PKS meminta agar serapan program ini semakin dipercepat dan anggarannya dapat ditambah pada tahun 2022 mendatang agar dapat menyerap lebih banyak tenaga kerja dari target pada tahun 2021 yang hanya 36,4 persen dari jumlah penduduk yang tidak bekerja. (TN-red)





