Penerapan PPKM, Angkasa Pura Bandara Lombok Merugi Puluhan Miliar

Lombok Tengah, Talikanews.com – Penerapan PPKM oleh pemerintah akibat pandemi Covid-19 membuat Angkasa Pura, Bandara Internasional Zainuddin Abdul Madjid di Lombok merugi hingga puluhan miliar rupiah.

Meruginya Angkasa Pura terlihat dari jumlah penumpang di Bandara tercatat terus berkurang hal itu mengakibatkan pendapatan Angkasa Pura menurun.

Communication dan Legal Manager PT AP I BIL, Arif Hariyanto, menuturkan, penurunan jumlah penumpang di Bandara Lombok saat penerapan PPKM tercatat turun drastis sekitar 70 persen terhitung dari tanggal 19 Juli 2021.

“Secara jumlah perorangan, kita belum tau berapa total penumpang yang menggunakan jasa penerbangan. Tetapi, dari data yang kita dapatkan tertanggal 19 Juli kemarin, berdasarkan data secara persentase sekitar 70 persen jumlah penurunan penumpang,” ungkap Arif, Rabu 21 Juli 2021.

Arif menegaskan, menurunnya jumlah penumpang di BIL tentu secara otomatis jumlah pendapatan AP ikut berkurang. Bahkan pada tahun lalu kerugian Angkasa Pura akibat pandemi Covid-19 sekitar Rp 66 miliar.

“Tahun lalu saja, tiga bulan pertama Covid-19, Angkasa Pura merugi sebesar Rp 66 miliar. Jadi tahun ini di perkirakan Angkasa Pura merugi jauh lebih besar dari angka Rp 16 miliar,” paparnya.

Dengan adanya kerugian yang cukup signifikan itu, pihaknya mensiasati agar AP terus bisa beroperasi dengan cara mengurangi jumlah jam oprasi bandara. Secara normal, bandara beroprasi selama 24 jam, kemudian turun menjadi 10 jam dan hari ini menjadi 6 jam yakni dari pukul 07.00-17.00 Wita. Saat ini operasional bandara dimulai pukul 09.00-15.00 Wita.

“Supaya bandara terus bisa beroperasi, kita siasati dengan strategi efisiensi,” kata dia.

Sejak penerapan PPKM, ada lima maskapai yang beroperasi yaitu Garuda Indonesia, Citilink, Lion Air, Batik Air dan Wings Air. (TN-03)

Related Articles

Back to top button