Pendistribusian Benih Bawang Putih di NTB Tidak Tepat Sasaran, Johan: Perbaiki Fungsi Saluran

Mataram, Talikanews.com – Proses pendistribusian benih Bawang putih di Nusa Tenggara Barat (NTB) dinilai tidak tepat sasaran. Hal itu menjadi perhatian salah seorang Anggota Komisi IV DPR RI, H Johan Rosihan sehingga mendorong pemerintah memperbaiki fungsi saluran pendistribusian.
Politisi PKS ini menyampaikan, benih Bawang putih itu sangat dibutuhkan para petani. Karena berhubungan dengan pemanfaatan moment cuaca yang aman untuk pertumbuhan. Mandegnya pendistribusian itu sangat di sayangkan.
“Mandegnya pendistribusian sangat menghambat optimalisasi peningkatan produksi bawang putih secara nasional,” ungkap Johan Rosihan, Senin 12 Juli 2021.
Dia menyebutkan, benih bawang putih merupakan salah satu input penting dalam proses produksi tanaman. Sehingga realisasi distribusi yang tepat waktu sangat vital diperlukan. Sebab, kata dia, berhubungan dengan faktor cuaca dan karakter musim untuk budidaya bawang putih.
“Saya tekankan kepada pemerintah untuk segera memperbaiki fungsi berbagai saluran distribusi benih dan menciptakan sistem distrbusi benih yang lebih tepat waktu dan tepat sasaran,” kata wakil rakyat di Senayan asal Dapil NTB 1 Pulau Sumbawa ini.
Padahal lanjutnya, petani sebagai penerima akhir dari benih akan bermanfaat ketika menggunakan benih dari pemerintah secara optimal sebagai program peningkatan produksi bawang putih nasional.
Johan meminta supaya ada sistem kontrol ketat terhadap pelaksanaan distribusi benih bawang putih, sehingga tepat waktu dan pelaksanaannya sesuai kebutuhan di lapangan.
Johan tidak ingin ada permainan lost control yang berakibat merugikan negara. Sehingga diminta semua pihak ikut mengawasi pelaksanaan distribusi benih bawang putih ini secara baik agar cita-cita mewujudkan swasembawa bawang putih segera tercapai dan tidak tergantung lagi dengan impor.
Menurut Johan, aspek perbenihan tidak hanya terkait penerapan teknologi dalam perbanyakannya, namun juga sangat ditentukan oleh jaminan kualitas, ketersediaan dan sistem distribusinya.
“Kita berharap pendistribusian benih bawang putih di NTB yang terpusat di Sembalun lebih tepat waktu dan memiliki kualitas benih yang bagus serta memiliki skema yang tepat jumlah dan tepat waktu sesuai dengan yang seharusnya diterima petani,” tegasnya.
Johan mendorong pemerintah segera bertindak memperbaiki fungsi saluran distribusi benih bawang putih di Provinsi NTB. Dimana saluran distribusi ini harus mampu mengatasi kesenjangan waktu, tempat dan penerimaan jumlah yang lebih presisi dari produsen benih ke petani.
“Saya minta kebutuhan petani akan benih bawang putih harus terpenuhi secara lebih presisi serta kegiatan distribusinya dapat lebih lancar dan tepat waktu sesuai dengan kebutuhan petani di lapangan,” pintanya.
Tak hanya itu, ia juga berharap agar perbaikan fungsi saluran distribusi dapat dilakukan lebih serius. Karena, menurut dia, selama ini paradigma bantuan benih biasanya hanya berorientasi bahwa bantuan tersebut telah diterima petani dengan jumlah tertentu.
“Namun sering abai pada aspek ketepatan waktu, kualitas benih pada saat diterima petani dan tidak ada evaluasi pemanfaatan bantuan benih tersebut serta nilai kemanfaatan bantuan benih dalam sistem budidaya bawang putih yang dilakukan oleh petani,” pungkasnya.(TN-red)





