Pemprov NTB Rencana Berhutang, Nurdin: Jangan Gadai Kepala dan Jerat Leher Rakyat

Mataram, Talikanews.com – Adanya rencana Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat meminjam dana di PT Sarana Multi Infrastruktur (SMI) mendapatkan penolakan dari salah seorang masyarakat juga mantan Anggota DPRD NTB, Nurdin Ranggabrani.

Kepada media ini Nurdin menyarankan kepada Eksekutif maupun Legislatif supaya jangan memaksakan pembiayaan yang memang tidak ada sumber anggarannya. Lebih baik lakukan pengetatan dan efesiensi anggaran dari beberapa item program.

“Jangan lebih besar pasak dari pada tiang. Jangan gadai kepala dan jerat leher rakyat NTB dengan hutang. Alangkah lebih bagus telisik dan tutup kebocoran dengan melakukan penghematan dan hentikan biaya-biaya yang tidak perlu,” ungkapnya, Jumat 9 Juli 2021.

Langkah lain lanjut Nurdin, untuk sementara pemerintah hentikan proyek-proyek gagah-gagahan dengan mengalihkan anggaran itu kepada kegiatan yang sangat penting dan mendasar.

Bicara kegiatan mendasar lanjut Nurdin, eksekutif dan legislatif yang lebih mengetahui mana saja pos yang masih bisa diperketat. Kemudian mana yang masih boros bahkan yang bocor.

“Mereka (eksekutif dan legislatif) yang paling faham. Karena rencana kegiatannya ada pada mereka, uangnya ada di mereka termasuk kebijakannya di mereka,” tegasnya.

Menurut Nurdin, lebih pemerintah memenuhi mulut rakyat yang butuh makan karena ini yang paling mendasar, bukan beralasan mendukung MotoGP.

“Jangan ujug-ujug mau ngutang. Padahal upaya penghematan belum maksimal dilakukan. Enak aja ngutang-ngutang. Memangnya mereka nanti yang bayar,” kata dia.

Nurdin menambahkan, bila perlu potong dulu hak-hak eksekutif dan legislatif dengan selektif dan maksimal. Kemudahan kegiatan perjalanan dinas supaya ditiadakan untuk sementara waktu, kecuali menyangkut gaji karena merupakan hak dan hak pokok.

“Coba suruh mereka telusuri sumber kebocoran yang lain. Tunjukkan kepada rakyat NTB bahwa mereka telah berkorban untuk daerah secara bersama-sama dan tanggung renteng. Hentikan Event olahraga, kontes, tari, dan lainnya, toh juga kalau dihentikan rakyat tidak akan mati. Hentikan semua. Alihkan anggarannya untuk rakyat,” ujarnya.

Yang membuatnya heran, bocoran bahwa rencana hutang itu untuk bayar hutang kepada pengusaha-pengusaha yang tidak mampu di bayarkan tahun anggaran sebelumnya.

“Ini gali lubang masuk lubang namanya,” tutup Politisi PPP ini. (Tn-red)

Exit mobile version