
Mataram, Talikanews.com – Salah seorang Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Nusa Tenggara Barat, Sudirsah Sujanto protes pimpinan DPRD NTB, karena belum direspon usulan rapat kerja bersama Gubernur NTB, terkait Addendum PT. Gili Trawangan Indah, yang ada di Lombok Utara.
Dalam rapat paripurna laporan Banggar atas hasil pembahasan terhadap Ranperda tentang pertanggungjawaban APBD TA 2020. Sudirsah mempertanyakan alasan pimpinan belum menjadwalkan rapat kerja bersama Gubernur. “Sudah berapa kali dijadwalkan selalu ditunda, apa alasannya dan kapan dijadwalkan yang pasti,” ungkapnya, Jumat 25 Juni 2021.
Politisi Partai Gerindra menjelaskan, rapat kerja itu sudah diatur dalam Tata Tertib (Tatib) dalam rangka mencari solusi terhadap addendum PT GTI. Karena, ketika pemerintah daerah akan melakukan addendum, maka harus melibatkan DPRD.
“Tahun 1995, kontrak PT. GTI disetujui oleh DPRD, sehingga kali ini, harus juga melibatkan DPRD, tidak boleh berjalan sendiri,” katanya.
Sudirsah menyebutkan, sikap dari DPRD sudah jelas yakni putuskan kontrak PT GTI, yang menjadi pertanyaan, kenapa tidak dijalankan oleh Gubernur melibatkan DPRD. Itu dasarnya tegas ingin menggelar rapat kerja bersama Gubernur untuk mendengar pendapat dam cari solusi terkait rencana addendum tersebut.
“Addendum ini yang kami ingin gali, apa motivasi melakukan addendum, padahal PT GTI sudah wanprestasi, tidak bisa membangun 150 cottage seperti tertuang dalam kontrak kerja,” tegasnya.
Terkait hal itu, Ketua DPRD NTB, Hj. Baiq Isvie Rupaeda menyampaikan, keterlambatan rapat kerja itu menyangkut komunikasi dengan Gubenrur. “Setelah kita komunikasi nanti, baru dijadwalkan. Kita juga sampaikan ke Gubernur, namun karena agenda gubernur padat, itu yang menjadi kendala, kalau kita yang undang, waktu tidak sama, sehingga perlu disinkronkan saja,” ujarnya.
Namun, Politisi Partai Golkar ini berjanji, seusai kegiatan reses akan dijadwalkan.”Reses kita mulai tanggal 5 Juli 2021, setelah itu baru kita jadwalkan dengan sinkronkan jadwal dengan Gubernur,” tutupnya (TN-red)