
Mataram, Talikanews.com – Salah satu perusahaan perkebunan kelapa sawit di Kalimantan membuka kesempatan atau siap menerima 1.950 pekerja asal NTB estimasi gaji sekitar Rp 5 juta hingga Rp 13 juta.
Untuk tahap pertama ini, PT. Abinggo B. Banga memiliki kantor Cabang PT. Primadaya Pratama Pandukarya di Grimak Lombok Barat itu, telah mengantongi kuota sebanyak 1.950 orang pekerja.
“Kuota tersebut, terdiri dari 500 orang pekerja untuk perkebunan kelapa sawit di Kalimantan Tengah, sebanyak 450 orang untuk Kalimantan Barat dan 1000 orang untuk Kalimantan Timur. Ini akan terus bertambah lagi, karena masih proses negoisasi,” ungkap Direktur PT. Abinggo B. Banga, Wu Cui pada kegiatan pembinaan operasionalisasi pelayanan penempatan tenaga kerja AKAD (Antar kerja antar Daerah) dan AKL ( Antar kerja Lokal) yang di inisiasi Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi NTB, di LTSA di Udayana Mataram, Rabu 16 Juni 2021.
Wu Cui menyebut bahwa penghasilan perbulan yang akan diterima para pekerja ini cukup menjanjikan. Perbulannya berkisar antara Rp. 5 juta hingga Rp. 13 juta tergantung produktivitas pekerjanya. ” Ini tidak kalah dengan Malaysia, bahkan lebih baik,” kata dia.
Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) NTB, I Gede Putu Aryadi, mengatakan dengan ditutupnya pengiriman Pekerja Migran (PMI) ke Malaysia. Maka PMI NTB yang dipulangkan dari Malaysia dapat memanfaatkan kesempatan ini untuk bekerja di perkebunan kepala sawit yang ada di Indonesia, termasuk Kalimantan.
“Penghasilannya tak kalah dengan bekerja di perkebunan sawit di Malaysia. Malah ini lebih prospektif. PMI yang dipulangkan lebih baik bekerja di dalam negeri. Kita bisa mengawasi, dan pemenuhan jaminan sosial serta hak-hak lainnya bisa lebih tertib,” kata Aryadi.
Ia meminta kepada perusahaan, agar transparan dan benar-benar memperhatikan terhadap hak-hak para pekerja. Mulai dari transparansi dalam perjanjian kerja yang detail mengatur tentang besaran gaji, perlindungan asuransi dalam bentuk Jamsostek dan aspek perlindungan lainnya agar dipenuhi oleh perusahaan.
Sedangkan kepada para pekerja yang nantinya berangkat ke Kalimantan, Aryadi berpesan agar senantiasa mengutamakan kesehatan dan keselamatan kerja dengan mengikuti prosedur dan persyaratan yang telah ditentukan serta disiplin penerapan protokol kesehatan.
Ia menjelaskan, masyarakat tidak dipungut biaya, karena akan diberangkatkan oleh perusahaan tersebut. Namun, sebelum pemberangkatan, calon pekerja perkebunan kelapa sawit tersebut akan dilatih terlebih dahulu. Mereka dibekali terkait dengan hak dan kewajibannya di sana.
“Termasuk jaminan sosialnya, biar dia mengetahui. Setelah itu, kita serahkan ke perusahaan yang mengirim,” ucapnya.
Gde menyebutkan jumlah pekerja asal NTB yang sudah direkrut sebanyak 500 orang. “Pemberangkatan tak dipungut biaya. Untuk pendaftaran bisa menghubungi kantor cabang perusahaannya yang ada di Lombok Barat serta berkoordinasi dengan Disnakertrans kabupaten/kota,” pungkasnya
Acara itu dihadiri pihak BP2MI Mataram serta para Pejabat Fungsional pengantar kerja tersebut, diikuti oleh 60 orang pekerja yang semuanya merupakan warga NTB, bahkan sebagian diantaranya merupakan eks PMI perkebunan sawit yang dipulangkan dari Malaysia, karena negara tersebut, kini tengah lock down. (Tn-red)