Dispar NTB Gunakan Short Term Bangkitkan Pariwisata di Massa Pandemi Covid-19

Mataram, Talikanews.com – Dinas Pariwisata Nusa Tenggara Barat bicara target membangkitkan pariwisata di massa pandemi Covid-19.
Kepala Dispar NTB, H Yusron Hadi menyampaikan, jika bicara target program pengembangan dan bangkitkan pariwisata di massa pandemi tahun 2021 tentu bisa short term, middle term dan long term.
Hanya saja, melihat situasi Covid-19 saat ini jelas Dinas Pariwisata fokuskan untuk short term demi mensukseskan kegiatan yang memungkinkan akan terselenggara di tahun 2021.
“Short term tentu jangkauannya sampai penyelenggaraan superbike pada bulan November mendatang dan skema middle term masuk road to motoGP 2022,” ungkapnya, Jumat 28 Mei 2021.
Yusron menjelaskan, rentang waktu sampai November, jika semuanya memungkinkan maka kegiatan seperti Hutama Karya Endurance Chalange (HKEC) direncanakan tanggal 8 Agustus, kemudian L’Etape bulan Sept dan Superbike pada bulan November, akan dapat mengangkat dan kembali kondisi pariwisata di massa pandemi ini.
“Langkah menuju kesana tentu percepatan zona hijau, karena kebetulan berbagi event tersebut akan terselenggara di zona,” kata dia.
Yusron menambahkan, untuk menyambut event internasional Superbike yang akan diselenggarakan tahun 2021. Dinas Pariwisata Provinsi NTB, akan menyiapkan beberapa kawasan destinasi juga desa wisata zona hijau.
“Kita benahi pariwisata di massa pandemi ini, langkah pertama identifikasi kawasan/desa wisata strategis yang siap sambut tamu, kemudian akan dipilih untuk dibuatkan standar ProKes ketat menuju zona hijau,” tegasnya.
Menurut Yusron, kawasan/desa wisata yang akan dijadikan destinasi zona hijau itu nanti, semua pelaku pariwisata yang ada disana sudah di vaksin, begitu halnya dengan masyarakat setempat dan memastikan dijamin penerapan protokol kesehatan yang berbasis pada Cleanliness (Kebersihan), Health (Kesehatan), Safety (Keamanan), dan Environment Sustainability (Kelestarian Lingkungan), kata lain CHSE.
Selain kawasan lanjutnya, pelabuhan dan bandara juga harus ready standar kesehatan, termasuk kendaraan transportasi harus dijamin CHSE.
“Banyak Kawasan hijau yang kita jadikan zona hijau dari Covid-19, misal Gili Trawangan di Lombok Utara, kemudian KEK Mandalika, dan bisa juga Pulau Moyo, namun harus tetap kedepankan ProKes,” kata dia.
Yusron tidak mau gegabah menentukan kawasan zona hijau itu, karena terlebih dahulu akan melakukan identifikasi lebih lanjut sebelum menentukan zona wisata hijau. (Tn-red)





