Dampak Gerhana Bulan Total 2021 di Lombok, Air Laut Meluap

Mataram, Talikanews.com – Gerhana bulan total yang berlangsung Rabu 26 Mei 2021, membuat Air Laut meluap.
Kepala Stasiun Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika Mataram Ardhianto Septhiadi menyampaikan kejadian gerhana bulan selalu terjadi pada saat bulan purnama yang mengakibatkan pasang air laut.
Hal ini sesuai dengan siklus normal pasang surut dimana pada saat bulan purnama terjadi pasang maksimal, kejadian kenaikan pasang air laut pada saat gerhana wajar terjadi sehingga masyarakat bisa berhati-hati pada saat berkegiatan pada saat gerhana bulan.
Menurutnya, kejadian langka tersebut terjadi pada fase awal sampai akhir puncak pada pukul 19.09 sd 19.22 Wita yang bisa diamati langsung di NTB.
“Ketika terjadinya Gerhana bulan pada saat bulan purnama, maka Air laut pasang akan terjadi sehingga masyarakat yang tinggal di pesisir, lebih berhati-hati,” pintanya.
Ardhianto tidak menampik ada air pasang terjadi di Pantai Loang Balok Mataram dan sekitarnya, dampak dari gerhana bulan tersebut.
“Iya itu menjadi salah satu faktor ketika terjadinya Gerhana,” kata dia.
Mengenai berapa lama pengaruh Gerhana terhadap air pasang yang terjadi, Ardhianto menyebut maksimal terjadi pada fase purnama dan bulan perubahannya kurang lebih 15 derajat tiap harinya.
Ardhianto menambahkan, secara total dari fase awal penumbra sampai puncak dan akhir penumbra total 5 jam 5 menit, untuk fase awal puncak dari pukul 19.09 sampai akhir puncak 19.28 wita, lama total fase
awal hingga akhir puncak gerhana 18
menit 44 detik.
“Untuk di Nusa Tenggara Barat, baru
bisa diamati pada fase awal puncak
mulai pukul 19.09 WITA,” paparnya.
Pihaknya menghimbau kepada masyarakat, khususnya yang berada di wilayah pesisir pantai agar tetap tenang serta tidak cepat mempercayai informasi yang tidak dapat dipercaya. Selain itu, juga agar masyarakat selalu update informasi yang terpercaya
“Untuk itu, kita himbau agar masyarakat menghindari aktifitas di pesisir ketika Gerhana terjadi,” pintanya.
Upaya mitigasi bencana lanjutnya, hanya menghimbau kepada masyarakat agar tidak melakukan aktivitas di sekitar pesisir pantai. Dimana radius tersebut akan terjadi di semua pesisir pantai di wilayah Nusa Tenggara Barat. (TN-red)





