
Mataram, Talikanews.com – Para Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) dan Organisasi Masyarakat (Ormas) yang tergabung dalam Koalisi Rakyat NTB For Palestina menggelar aksi bela Palestina.
Adapun Koalisi rakyat NTB untuk Palestina itu yakni Laskar NTB; Pemuda Pancasila, Remaja Masjid Nurul Huda, Laskar Mujahidin, Bajang Insyaf, Penujak Palestina Besemeton, dan Majelis Adat Sasak berorasi di Islamic Centre hingga dan Kantor Gubernur.
Koordinator Lapangan, M Agus Setiawan berorasi bahwa, Israel adalah Zionis, perampasan sumberdaya alam terus terjadi di berbagai negara, perang yang tak berkesudahan telah menimbulkan kesengsaraan pada rakyat dunia.
Palestina telah mengabarkan duka pada dunia yang begitu mendalam mulai dari pendudukan tanah, konflik bersenjata yang memusnahkan manusia, kematian secara statistik dan bangunan yang menjadi puing. Peristiwa ini telah terlalu lama membumi pada rakyat Palestina dengan korban bayi yang memupuk nya menjadi subur, jelas ini Biadab. Jika hari ini banyak yang menegaskan bahwa tidak perlu menjadi islam untuk bersolidaritas terhadap kemanusiaan, gaungan itu ada nyata sebagai konsekuensi kita adalah manusia yang berada.
“Kita sudah tidak bisa lagi membiarkan kezaliman dan kemunafikan atas situasi rakyat Palestina, bukankah nabi Muhammad Saw adalah manusia yang revolusioner dalam membebaskan manusia dari perbudakan. Covid-19 tentu saja merupakan wabah yang harus di hindari dan tentu bukan untuk mati konyol, namun akankah kita terus berdiam diri menyaksikan hamburan nyawa melayang?,” tegasnya Jumat 21 Mei 2021.
Agus Setiawan menyampaikan, perlu dipahami gerakan yang dilakukan ini demi dan untuk kemanusiaan, sehingga Covid-19 tidaklah menjadi batasan untuk menyuarakan semesta perlawanan melawan zionis Israel. Dia juga meminta Pemprov NTB harus mendedikasikan kepemimpinan nya untuk kemanusiaan, sehingga dengan sudah tidak ada lagi abu – abu maupun netral atas pembantaian massal oleh Israel kepada rakyat Palestina.
Dengan demikian, koalisi rakyat NTB bela Palestina menyatakan sikap, 1. Mengecam seluruh tindakan Israel beserta sekutunya, 2. Tarik tentara Israel dari tanah Palestina, 3. Pemerintah Indonesia harus membuat pernyataan sikap dukungannya kepada rakyat Palestina dan memutus hubungan kerja sama internasional kepada Israel beserta sekutunya, dan 4. Pemprov NTB harus membuat pernyataan sikap dukungannya kepada rakyat Palestina.
Gubernur NTB melalui Sekda, HL Gita Aryadi menyampaikan, duka Palestina adalah duka bersama. Atas nama Pemprov NTB mengutuk dengan tegas seluruh tindakan zionis Israel yang melakukan penyerangan kepada rakyat Palestina hingga menyebabkan banyaknya korban jiwa.
Bahkan ASN seluruh NTB telah diminta untuk secara suka rela melakukan penggalangan dana dan memberikan sedikit rejeki yang dimiliki untuk disumbangkan ke rakyat Palestina.
Seusia berorasi, massa aksi yang berjumlah sekitar 150 orang itu membaca doa bersama dan membubarkan diri dengan tertib.
Disatu sisi, Kapolresta Mataram Kombes Pol Heri Wahyudi, turun memantau aksi solidaritas untuk Palestina bersama anggotanya dibantu personel Polda NTB dan TNI mengatakan bahwa giat tersebut berjalan dengan kondusif dan massa aksi tetap menjaga protokol kesehatan Covid-19 dengan baik.
“Alhamdulillah aksi solidaritas untuk Palestina berjalan dengan kondusif, tertib dan tetap menjaga prokes hingga massa aksi membubarkan diri,” tutup Heri (Tn-red)