
Lombok Tengah, Talikanews.com – Kegiatan Reses salah seorang Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Loteng Dapil Pujut-Praya Timur, Legewarman berlangsung di Dusun Sengkerang Lima, Desa Sengkerang Kecamatan Praya Timur.
Dalam reses tersebut, muncul berbagai aspirasi dari masyarakat seperti pengawalan proses pemekaran desa. Mengingat pemekaran tersebut telah diusulkan sejak tahun 2017.
“Kita sudah usulkan. Semua proses pemekaran sudah dilaksanakan. Akan tetapi sempat terkendala pandemi Covid-19,” kata Muhammad Busairi Artan, salah tokoh masyarakat Sengkerang Lima, Jumat 7 Mei 2021.
Selain itu juga, warga meminta agar masyarakat bisa difasilitasi program kewirausahaan. Sebab program di desa tidak bisa mengcover dan menyalurkan program di semua dusun.
“Rata-rata masyarakat merupakan pelaku UKM, salah satunya usaha rotan. Jadi ini yang diharapkan masyarakat agar bisa dibuatkan wadah untuk keberlangsungan usaha mereka,” ujarnya.
Usulan juga muncul dari perwakilan pemuda, yakni Edy. Dia menyampaikan agar pemuda dibimbing dan diarahkan untuk bisa meminimalisir angka pengangguran di wilayah tersebut. Pasalnya, selama ini banyak pemuda tidak punya akitivitas
“Kegiatan pemuda hanya bergerak di kegiatan penyantunan anak yatim. Jadi kita butuh arahan dan bimbingan setidaknya ada kegiatan kewirausahaan,” paparnya.
Terkait hal itu, Legewarman menjawab mulai dari proses pemekaran desa. Menurutnya, proses pemekaran yang dilakukan oleh Pemda hanya menunggu proposal pengajuan dari desa. Pihaknya sudah memanggil pihak DPMD untuk membahas dan melakukan verifikasi.
“Aturan pemekaran desa saat ini sangat ketat. Paling tidak harus memiliki 2.500 jiwa. Jadi hal ini terus menjadi perhatian dan mensupport setiap keinginan dan harapan masyarakat. Demi kemajuan masyarakat Loteng secara umum, khususnya di Kecamatan Praya Timur,” jelasnya.
Sedangkan untuk para pelaku UMKM, ia menilai semangat masyarakat sangat tinggi. Sehingga pihaknya menyarankan agar masing-masing pelaku usaha membuatkan wadah atau Kelompok Usaha Bersama (Kube) agar kedepan bisa diperjuangkan.
“Ini juga akan tetap kita perjuangkan agar mendapat perhatian dari Pemda,” katanya.
Politisi PBB ini menyarankan agar para pemuda membuat kegiatan aktif yang harus menjadi fokus perhatian. Mengingat, sejauh ini Kecamatan Praya Timur berada di zona merah kasus penyalahgunaan narkoba.
Sehingga melalui kegiatan-kegiatan positif tersebut, diharapkan bisa menekan dan meminimalisir kasus penyalahgunaan narkoba, khususnya di kalangan pemuda.
“Kita sudah memberikan support dan mengalokasikan dana sekitar Rp 50 Juta untuk Karang Taruna Praya Timur di bidang olahraga. Semoga ini bisa dimanfaatkan dengan baik. Kalau sudah ada kegiatan, kami yakin melalui hal-hal semacam ini, negatif bisa dihilangkan. Yang terpenting ada kemauan dan tetap intens komunikasi dengan semua pihak,” tandas Ketua DPC PBB Loteng ini.
Lege juga menyinggung terkait sampah, ia meminta agar persoalan sampah ini bisa diatasi. Sebab, ketika memasuki musim hujan, saluran drainase kerap tersumbat dan mengakibatkan banjir.
“Persoalan sampah ini sudah menjadi permasalah di Loteng. Pihaknya sering merekomendasikan penanganan sampah agar bisa lebih maksimal. Paling tidak Pemda terus berkomunikasi dengan masing-masing desa. Alhamdulillah, saat ini desa-desa sudah banyak melakukan pengadaan alat pengangkut sampah. Semoga persolan ini bisa segera teratasi,” tutup politi PBB ini. (TN-03*)