Hardiknas dan Hari Buruh 2021, KAMMI Gelar Aksi Simpatik Sosial yang belum Tertangani di Kota Mataram

Mataram, Talikanews.com – Momentum Hari Pendidikan Nasional dan Hari Buruh tahun 2021, dijadikan kesempatan oleh Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI) se- Kota Mataram menggelar aksi simpatik permasalahan sosial dan buruh yang belum tertangani dengan baik oleh pemerintah Kota Mataram.

Aksi yang digelar di Pelataran Perapatan Bank Indonesia, Kota Mataram, Minggu 2 Mei 2021 itu di ikuti beberapa Komisariat dibawah PD KAMMI Mataram yaitu Komsat Unram, Komsat Majapahit Unram, Komsat Tarbiyah UIN, Komsat Ashabul Kahfi UIN, dan Komsat Bung Hatta.

“Salam Pendidikan, Hidup Mahasiswa, dan Hidup Rakyat Indonesia,” ungkap Muhammad Amri Akbar selaku koordinator umum.

Amri mengatakan, aksi kali ini merupakan bentuk kekecewaan KAMMI terhadap permasalahan yang terjadi di Kota Mataram yang dianggap sangat serius yaitu tentang Hari Pendidikan dan Permasalahan Sosial di Kota Mataram.

Dia mencontohkan, Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial (PMKS) marak bermunculan di Kota Mataram seperti pengemis baik dari kalangan dewasa terlebih kalangan anak-anak.

Menurutnya, hal ini terjadi akibat lemahnya tatanan kemasyarakatan ekonomi yang baik, karena tidak tersedianya lapangan pekerjaan dan tidak meratanya akses dan kualitas pendidikan yang ada.

Ada tiga aspirasi yang KAMMI dorong dalam momentum Hari Buruh Internasional dan Pendidikan Nasional ini, pertama,
1. Pemerintah serius memperhatikan dan memecahkan masalah sosial yang ada.
2. Mengevaluasi penerapan Perda nomor 5 Tahun 2012 tentang penanggulangan anak jalanan, gelandangan, dan pengemis di Kota Mataram.
3. Mengajak Masyarakat untuk bersama-sama menguatkan tatanan keluarga dan Masyarakat.

“Ketika hari ini Pemerintah tidak hadir dalam menyelesaikan permasalahan buruh dan pendidikan di kota Mataram, maka KAMMI katakan bahwa Pemerintah begitu Dzolim dan tidak begitu memperhatikan dalam melihat masalah yang terjadi.

“Hidup Mahasiswa, hidup Rakyat Indonesia,
Hidup Perempuan Indonesia,” tutupnya (TN-red)

Related Articles

Back to top button