Pemda Loteng Siapkan 300 Unit RTLH bagi Warga Miskin

Lombok Tengah, Talikanews.com – Pemerintah Daerah Lombok Tengah siapkan 300 unit lebih Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) bagi warga miskin terutama yang tidak memiliki rumah layak huni, di tahun 2021 ini.

Kepala Dinas Perumahan dan Pemukiman Kabupaten Lombok Tengah Ir L Rahadian menyebut, tahun ini sekitar 300 lebih unit rumah tidak layak huni akan di rehab, bantuan ini diperuntukkan bagi masyarakat miskin yang tersebar di 12 Kecamatan.

“RTHL ini tentunya akan diprioritaskan bagi masyarakat miskin yang tidak memiliki rumah tidak layak huni,” ungkap Rahadian, Jumat 30 April 2021.

Adapun syarat yang harus dipenuhi bagi masyarakat penerima bantuan program RTLH diantaranya, status tanah harus jelas, milik sendiri yang dibuktikan dengan sertifikat tanah atau minimal surat keterangan dari kepala desa yang menyatakan bahwa tanah tersebut memang milik pribadi.

Bisa juga dibuatkan surat hibah oleh orang tuanya jika memang masih menumpang di rumah orang tuanya yang diketahui Kadus atau Kades setempat.

“Syarat utama yang harus di penuhi bagi penerima bantuan program RTLH yakni status kepemilikan tanah harus jelas,” kata dia.

Rahadian menegaskan, status tanah, mutlak harus jelas dan terpenuhi, jangan sampai nanti ada masalah dikemudian hari, sehingga akan berdampak kepada penerima bantuan sehingga demikian akan merugikan penerima bantuan itu sendiri.

“Dengan adanya status kepemilikan tanah yang jelas kita dapat menangkal kemungkinan terburuk yang akan terjadi, karena jangan sampai yang bersangkutan terusir dari rumahnya akibat status tanah yang bukan hak miliknya,” paparnya

Bukan hanya persoalan status tanah saja lanjutnya, melainkan kondisi bangunan juga menjadi penilaian dari tim yang akan turun survei ke lokasi tersebut. Salah satu yang menjadi penilaian layak tidaknya dapat bantuan rehab rumah adalah kondisi rumah yang menggunakan atap ilalang, dinding bedek atau tembok bata mentah.

“Syarat yang berikutnya adalah kondisi rumah itu sendiri, yang masih menggunakan atap ilalang, dinding bedek atau tembok bata mentah,” imbuhnya

Ia juga memastikan setiap data usulan yang masuk ke Dinas Perkim, tidak luput dari survei dan pihaknya juga menjamin tidak ada pilih kasih dalam penentuan rumah layak tidak layaknya direhab semua tergantung dari hasil penilaian tim survei.

“Kita harus betul betul selektif dalam hal ini oleh sebab itu kita menurunkan tim survei jika layak maka akan di berikan dan jika tidak layak maka tidak akan kita berikan,” cetus Rahadian

Rahadian juga memaparkan sumber bantuan program RTLH itu yang mana sebanyak 76 rumah berasal dari Dana Alokasi Khusus (DAK), setelah itu 21 unit dari APBD II dan sebanyak 200 unit lebih dari Pokir DPR RI.

“Alhamdulillah program bantuan RTLH ini sumbernya ada yang dari DAK, APBD II dan dari Pokir DPRD RI,” tutup Rahadian. (TN-03)

Related Articles

Back to top button