Pasien Covid-19 di Loteng Meningkat, dr Yuda: Kemungkinan ada Virus varian baru

Lombok Tengah, Talikanews.com – Pasien Covid-19 di Lombok Tengah terus mengalami peningkatan, bahkan dua kali lipat dari data sebelumnya. Terlihat, di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Praya, tempat tidur yang disediakan hampir penuh terisi. Saat ini sudah mencapai 60 persen terisi dari 51 bed yang disediakan.

Direktur RSUD Praya, dr Muzakir Langkir melalui Humas tim siaga Covid-19 RSUD Praya, dr Yudha Permana Sp, DV mengatakan, sejauh ini pihaknya tengah merawat sekitar 30 orang pasien mulai dari pasien suspek Covid-19, gejala ringan, sedang, berat dan keritis.

“Saat ini, kondisi tempat tidur di RSUD Praya yang disediakan untuk penanganan Covid-19 sudah terisi sekitar 30 orang dari jumlah yang di sediakan sebanyak 51 tempat tidur yang ada,” ungkapnya, Minggu 25 April 2021.

Menurut dr Yudha terjadinya lonjakan Covid-19 di Lombok Tengah lantaran masih kurangnya kesadaran masyarakat tetang bahanya Covid-19 ini, masih terlihat kerumunanmasa tanpa mengindahkan Prokes Covid-19 dan juga belum maksimalnya pemantauan dan penjagaan keamanan, sehingga mengakibatkan keluarga pasien bisa menerobos masuk untuk mengambil jenazah secara paksa.

“Kita akui itu, masyarakat sudah tidak memperhatikan prokes Covid-19 lagi. Terlebih saat pengambilan jenazah yang terkonfirmasi Covid-19, dilakukan secara paksa,” ujarnya

Padahal pasien meninggal yang terkonfirmasi positif Covid-19 merupakan tantangan tersendiri. Karena masih banyaknya penolakan pemulangan jenazah sesuai protokol Covid, sehingga edukasi sering alot dan berbelit. Oleh sebab itu, dalam pemulangan jenazah kedepan harus melibatkan aparat desa, tokoh agama, tokoh masyarakat dan polmas.

“Sering kita temui kendala disaat pemulangan jenazah, banyak anggota keluarganya yang menolak dilakukan pemulangan sesuai protokol covid-19,” papar Yudha.

Diakuinya sejak Januari sampai April 2021 peningkatan pasien Covid-19 setiap bulannya terus meningkat, terhitung kurang lebih hampir 500 orang yang diperiksa dan setengah dari itu terkonfimasi covid-19, namun ada yang telah sembuh.

“Dari data yang kita miliki pasien meninggal yang dirawat di RSUD Praya dari Januari sampai Tanggal 25 April ini ada 49 orang dan jumlah pasien setiap bulan meningkat 2 kali lipat,” ujar Yudha

dr Yuda juga mengakui saat ini pihaknya masih terkendala kurangnya fasilitas yang menunjang kehidupan untuk penanganan pasien covid-19 di RSUD Praya terutama suport oksigen, tidak adanya HFNC, hepa filter dan kurangnya Ventilator.

Ia juga menyampaikan dengan bertambahnya orang yang suspek dan terkonfirmasi Covid-19 meningkat dua kali lipat, dicurigai adanya virus Covid-19 varian baru, terlebih pada pasien yang pulang dari luar negeri.

“Varian baru bisa jadi ada mengingat beberapa kasus positif berasal dari perjalanan luar negeri,” paparnya

Atas dasar itu dr Yudha meminta kepada semua satgas Covid-19 mulai dari tingkat Desa, Camat dan Pemerintah Daerah untuk jangan berhenti memberikan edukasi dan pemahaman tentang bahanya virus Covid-19.

“Mari kita galakan kembali promosi dan penyuluhan, edukasi yg masif di tengah -tengah masyarakat. Aktifkan kinerja satgas Desa secara maksimal dan atifkan fungsi kuratif tatalaksana pasien Covid di tingkat layanan primer di Puskesmas,” cetusnya.

Terakhir, Yuda menekankan agar semua satgas Covid-19 gencar edukasi ke masyarakat jangan takut berobat, jangan takut di tracing dan jangan takut di swab.

“Untuk mencegah agar tidak terjadinya lonjakan tracing dan testing di tingkatkan,” tutup dr Yudha. (TN-03)

Related Articles

Back to top button