Kadisnakertrans NTB Turunkan Tim terkait Kecelakaan kerja Karyawan AMNT

Mataram, Talikanews.com – Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) NTB, Gede Putu Aryadi menurun tim pengawas investigasi terkait adanya salah seorang karyawan PT Amman Mineral Nusa Tenggara (AMNT), unit usaha PT Medco Energi Internasional Tbk (MEDC) sektor pertambangan, meninggal dunia akibat kecelakaan kerja di tambang Batu Hijau, Kabupaten Sumbawa Barat (KSB).

Setelah menurunkan tim itu, Gede Putu Aryadi membenarkan kejadian tersebut. Tim itu diturunkan agar keselamatan dan hak-hak pekerja yang meninggal itu dapat dipastikan.

“Betul kejadiannya, saat ini sedang kami lakukan proses investigasi melalui Tim Pengawas Ketenegakerjaan yang sudah turun langsung tadi sore ke KSB dari Mataram,” ungkapnya Senin 26 April 2021.

Gede menuturkan, kecelakaan kerja itu terjadi pada Jumat 23 April 2021, pukul 14.56 WITA waktu setempat. Korban berjenis kelamin pria, berusia 31 tahun. Berdasarkan informasi yang diterima, korban sudah bekerja sebagai operator haul truck untuk AMNT selama sekitar dua tahun.

“Korban adalah karyawan PT MacMahon Indonesia, merupakan aliansi PT AMNT.
Lokasi kecelakaan di Tambang Batu Hijau,” tulis laporan awal kecelakaan tambang.

Adapun kronologi kejadian yakni pada pukul 14.56 HT 82 tanpa muatan menuju loading point shovel #6 melalui jalur Selatan dari elevasi 540 mRL. Kanloka menuju SHOVEL#6 di elevasi 60 mRL untuk mengambil muatan.

Pada saat dalam perjalanan di ramp selatan elevasi 105 mRL, HT 82 bergerak ke arah kiri jalur, menabrak tanggul dan melewati tanggul hingga terjatuh di elevasi 60 mRL (3 bench atau 45 meter).

Upaya evakuasi korban dilakukan sejak 15.05 WITA oleh team ERT dan setelah dievakuasi, korban dinyatakan meninggal oleh dokter perusahaan di lokasi kejadian pada pukul 15.47 WITA.

Gede pun mengatakan, operasional tambang dihentikan sementara sejak saat terjadinya kecelakaan untuk kepentingan investigasi.

“Sementara (dihentikan). Untuk kepentingan investigasi,” ujarnya.

Disinggung apakah operasional tambang dihentikan akibat kecelakaan ini? Mantan Kadis Kominfotik NTB itu menegaskan, kecelakaan kerja pada karyawan PT. AMNT itu menjadi atensi khusus Gubernur Zulkieflimansyah.

Sebab, Gede mengaku, jika ditugasi khusus pasca dilantik pada Jumat Petang 23 April, untuk melakukan komunikasi dengan jajaran management PT AMNT dan pihak PT. BPJS Ketenagakerjaan agar hak karyawan tersebut dapat diberikan.

“Dan syukur, dari koordinasi saya dengan BPJS Ketenagakerjaan, segala hak karyawan yang meninggal akibat kecelakaan kerja itu akan diberikan seluruhnya,” tegas Aryadi.

Terkait dengan koordinasi dengan PT. AMNT. Ia menyatakan, sesuai jadwal yang sudah disepakati akan ada gelar perkara pada Senin 26 April ini.

“Hal ini kita lakukan agar kasus serupa tidak terulang lagi kedepannya,” tutup Gede Aryadi. (TN-red)

Related Articles

Back to top button