Sebanyak 43 Lansia di Loteng Meninggal karena Covid-19, Gencarkan Vaksinasi

Lombok Tengah, Talikanews.com – Sebanyak 43 lanjut usia (Lansia) meninggal dunia di Rumah Sakit Umum Daerah Praya akibat terpapar covid-19 di Lombok Tengah. Atas dasar itu, sehingga pemerintah daerah setempat prioritaskan vaksinasi terhadap masyarakat lansia.

Plt Dinas Kesehatan Lombok Tengah, dr Muzakir Langkir mengaku, ada 43 Lansia meninggal dunia di RSUD Praya karena terpapar covid-19, data tahun 2020, sehingga, pada Rakor Kamis 22 April 2021 di Polres Loteng, ditekankan supaya Prioritas vaksinasi Lansia.

“Sejauh ini sudah 43 orang lansia meninggal di rumah sakit karena covid-19,” ungkap Langkir, Kamis, 22 April 2021.

Pada Rakor itu, penekanan Kapolda, vaksinasi kali ini di fokuskan ke Lansia. Sehingga target pada tahap pertama sekitar 4 ribu lebih dari total lansia di Loteng sebanyak 78.026 orang. Hanya saja, Langkir mengaku, di Loteng baru mencapai 43 persen atau sekitar 1.500 orang lansia yang sudah divaksin untuk tahap pertama.

“Untuk mencapai target, kami kerahkan petugas puskesmas untuk melakukan vaksinasi dengan pola door to door. Pola ini pun sudah dilakukan sebagian puskesmas,” ungkap Langkir.

Langkir mengaku, masih jauh dari target. Disatu sisi, vaksinasi lansia harus tuntas dalam setahun. Namun pihaknya berkeyakinan dalam tahun ini tuntas.

“Kuncinya kita terus gencarkan sosialisasi bahwa vaksinasi itu tidak berbahaya, karena sudah diakui keamanannya oleh BPOM dan kehalalannya pun diakui oleh MUI,” terangnya.

Selain itu juga lanjut dr Langkir, pada rakor itu, Kapolres mengarahkan Kepala Desa, Bhabinkamtibmas dan Babinsa untuk terus gencar melakukan sosialisasi sehingga semua lansia mau divaksin.

“Jika ada Lansia tidak mau akan dijemput dan dibawa ke kantor desa atau ke puskesmas untuk dilakukan vaksinasi,” jelasnya.

Namun kata Langkir, kendala yang akan dihadapi pada lansia, pertama faktor tidak ada yang mengantarnya ke kantor desa atau puskesmas untuk melakukan vaksinasi karena telah lanjut usia.

Kedua, berani tidaknya divaksin. Ketiga alasannya puasa dan lainnya. Sehingga inilah yang menjadi tantangan di bawah. Untuk itulah, pihaknya akan sosialisasikan untuk menghimbau bahwa vaksinasi ini aman dan halal.

“Jangan takut. Bahkan angka kematian di Loteng lebih banyak dari kelompok lansia. Walaupun memang mereka disertai dengan penyakit bawaan dan telah lanjut usia,” tandasnya.

Sementara Kapolres Loteng, AKBP Esty Setyo Nugroho juga menegaskan bahwa vaksin tersebut aman dan halal. Untuk itu, jangan takut dan mari divaksin untuk menjaga kekebalan tubuh kita dari virus.

“Memang yang masih kendala sejauh ini soal vaksinasi adalah pemahaman masyarakat masih kurang, apalagi dikalangan lansia, jadi mari kita sukseskan vaksinasi untuk mengurangi dan memperkecil tingkat kematian di kelompok lansia,” tutupnya. (TN-03)

Related Articles

Back to top button