Sebanyak 53 PMI Ilegal asal Loteng Dipulangkan Setelah Mendapat Pengampunan

Lombok Tengah, Talikanews.com – Sebanyak 53 orang Pekerja Migran Indonesia (PMI) asal Lombok Tengah (Loteng) yang bekerja secara ilegal di negara Malaysia, kembali dipulangkan ke kampung halamannya setelah mendapat pengampunan.

Sebelum dipulangkan ke kampung halamannya para pahlawan devisa ini menjalani tes sweb di kantor Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Lombok Tengah, untuk memastikan tidak terpapar covid-19.

Kepala Bidang (Kabid) Penempatan Tenaga Kerja Dinas Tenaga Kerja dan Transmigaris (Disnakertrans) Loteng, Fitri Andriani menegaskan, para PMI ini tergolong repatriasi atau rekanan yang dianggap sudah habis masa kontrak bekerja di Malaysia.

Hanya saja, kalau kontrak sudah berakhir, para PMI itu masih tetap bekerja secara ilegal dan tinggal di negara setempat.

“PMI yang dipulangkan ini kita anggap ilegal, meski sebelumnya berangkat secara resmi, tapi sudah lama habis masa kontrak dan tidak diperpanjang lagi,” ungkapnya saat menerima pemulangan PMI, Rabu 21 April 2021, Praya.

Terlebih saat ini di negara Malaysia juga masih ditemukan adanya pandemi covid-19 sehingga mereka para PMI ini di pulangkan dalam istilah pengampunan.

“Sebanyak 53 PMI itu pulang dapat istilah pengampunan,” ujarnya

Pemulangan para PMI ini di bantu oleh majikan mereka masing – masing kepada pemerintah Indonesia yang ada di Malaysia. PMI ini bekerja diberbagai sektor tetapi lebih banyak bekerja di perkebunan kelapa sawit.

“Meski mereka bekerja secara ilegal tapi mereka tetap memiliki majikan di Malaysia yang bertanggung jawab atas keberadaanya di negara tempat mereka bekerja,” tambahnya.

Fitri menegaskan dari awal tahun sampai dengan saat ini, setidaknya ada 2266 PMI ilegal yang dipulangkan dari Malaysia dan setiap ada yang di pulangkan pahlawan devisa ini harus di lakukan swab agar tidak terjadinya kluter baru covid-19.

“Kalaupun para PMI yang pulang dari Malaysia ini sudah di swab, Tapi setiba di Lombok kita sweb lagi untuk mengantisipasi penyebaran virus covid-19 karena kita khawatirkan mereka terkena di perjalanan,” cetusnya.

Dari ribuan PMI yang sudah dipulangkan, belum ada satupun yang dinyatakan positif covid-19. Walaupun begitu, para PMI ini diwajibkan untuk tetap melakukan isolasi mandiri di rumahnya selama lima hari dan ini akan diawasi oleh petugas yang berada di desa.

“Ada yang reaktif tiga orang, tapi setelah di swab mereka negatif jadi belum ada yang terkonfirmasi terpapar virus covid-19,” tutupnya (TN-03)

Related Articles

Back to top button