Kasus Kredit Fiktif BPR NTB dan UTD Loteng Libatkan Saksi Ahli

Lombok Tengah, Talikanews.com Kejaksaan Negeri (Kejari) Lombok Tengah (Loteng) libatkan saksi ahli dalam mengungkap kasus Kredit Fiktif dugaan tindak pidana korupsi (Tipikor) yang terjadi di Bank Perkreditan Rakyat (BPR) NTB Lombok Tengah dan dana Biaya Pengganti Pengolahan Darah (BPPD) Unit Transfusi Darah (UTD)  yang diduga disalah gunakan oleh pihak RSUD Praya.

Kepala Kejaksaan Negeri Lombok Tengah, Fadil Regan masih melakukan pendalaman terhadap kasus kredit fiktif itu guna pengumpulan data. Malah akan melakukan pemeriksaan kembali terhadap sejumlah pihak terkait yang telah diperiksa sebelumnya.

“Untuk melengkapi data, ada beberapa pihak yang akan kami periksa kembali, karena ini sudah dalam tahap penyelidikan. Tidak menutup kemungkinan pihaknya akan meminta keterangan dari saksi ahli dalam kasus kredit fiktif,” ungkapnya saat silaturahmi dengan Insan Pers, Senin 12 April 2021.

Terkait dugaan penyalahgunaan biaya pengganti pengolah darah (BPPD) RSUD Praya di UTD Loteng, masih mengumpulkan data.

“Kita masih mendalami dugaan itu, jadi kami mohon untuk bersabar dan dukungan semua pihak mengungkap semua laporan yang di adukan masyarakat,” tutup Fadil.

Untuk diketahui, dalam kasus dugaan kredit fiktif yang terjadi di Bank BPR NTB Lombok Tengah dugaan kerugian negara sebesar Rp 2 Miliar lebih itu yang melibatkan oknum aparat kepolisian. Kejaksaan Negeri Lombok Tengah telah memeriksa lebih dari 20 orang di antaranya sejumlah petinggi di Bank BPR NTB Loteng.

Sedangkan untuk dugaan penyalahgunaan dana Biaya Pengganti Pengolahan Darah (BPPD) di Unit Transfusi Darah (UTD) sekitar Rp 2.7 miliar dan Kejaksaan Negeri Loteng telah memanggil sejumlah petinggi RSUD Praya, Petinggi UTD dan pihak dari BPJS Loteng. (TN-03)

Related Articles

Back to top button