Jual Material RTG, Oknum Anak Penerima Bantuan Diserahkan Prosesnya ke APH

Lombok Tengah, Talikanews.com – Kepala Desa Pagutan, Kecamatan Batukliang, Loteng, Subandi, berhasil membongkar dugaan permainan salah seorang oknum anak dari penerima bantuan Rumah Tahan Gempa.

Subandi menjelaskan, dari hasil penelusuran ditemukan ada salah seoarang anak penerima bantuan RTG yang di duga menjual bahan bangunan RTG jenis Semen hingga puluhan sak ke salah satu UD di Desa Perina, Kecamatan Jonggat.

“Penelusuran kami ditemukan ada salah seorang anak dari warga saya sebagai penerima bantuan RTG, tetapi bantuan yang diterima salah satu toko bangunan yang beralamat di Dusun Lendang Bonter Desa Perina,” tutur Subandi, Rabu 6 April 2021

Subandi menegaskan, apa yang dilakukan warganya itu diduga telah menyalahi aturan karena bantuan dari pemerintah dikhususkan untuk pembangunan RTG, bukan untuk dijual.

“Pembangunan RTG itu baru mencapai 20 persen, kalau sudah tuntas wajar menjual sisanya, tapi ini kan belum. Mana bisa tuntas jika bahan bahannya dijual, untuk itu kami serahkan persoalan ini ke Aparat Penegak Hukum untuk dilakukan pengusutan karena ini wewenang penuh dari mereka selaku penanggung jawab dan pengawas pembangunan RTG,” kata Subandi

Subandi membantah adanya tudingan ada campur tangan pemerintah desa dalam hal penunjukan UD, tempat Pokmas mengambil bahan bangunan.

“Kepala Desa hanya menandatangani pembentukan SK Pokmas, tapi wajar jika pemerintah desa hanya menyarankan Pokmas untuk mengambil barang di UD yang ada di desa sendiri dengan tujuan pemberdayaan UD yang ada di Desa Pagutan,” ujarnya

Pemilik UD Lombok Baru, Suparlan mengaku mengaku pernah membeli 20 sak semen jenis Tiga Roda dari saudara inisial A, salah seorang warga Desa Pagutan harga Rp 59 ribu per sak.

“Tanggal 1 April 2021, saudara A menawarkan semen jenis tiga roda ke saya. Krena stok semen di gudang habis, iya saya terima tawarannya. Barang itu di ambil langsung oleh dua orang karyawan saya ke rumahnya menggunakan mobil pick up,” tutur Suparlan saat di toko miliknya.

Sementara Sahril Bendahara Pokmas Pagutan Dua, Desa Pagutan mengatakan bahwa, ada dugaan markup pada bahan rumah tahan gempa (RTG).

Akan tetapi, Sahril enggan membeberkan jenis bahan bahan RTG yang diduga mark up tersebut.

“Mohon maaf kami tidak bisa menjelaskan tentang markup itu, karena ini menjadi kunci rahasia kita sebagai penerima bantuan RTG ini, kalau sudah dinaikan kasus ini baru kami buka,” ujarnya

Disinggung adanya dugaan penjualan bahan bantuan RTG berupa semen oleh salah seorang anak dari anggotanya, Sahril sempat menutupi, namun selang beberapa waktu kemudian, akhirnya mengakui hal itu namun dirinya tidak tahu alamat tempat dijual, hanya menyebutkan nama orangnya dan jumlah semen yang dijual.

“Ada memang yang jual 100 sak semen atas nama RI tapi saya tidak tau pastinya, di anggota kami tidak pernah ada yang menjual bantuan RTG berupa semen, kalau meminjam mungkin ia karena dikhawatirkan semen itu akan mengeras karena waktu itu belum ada dana untuk membiayai ongkos tukang. Tetapi sekarang kan dananya sudah keluar separuhnya, jadi bisa saja sekarang langsung diganti semennya itu,” kata Sahril

Disatu sisi, pelaku inisial A, anak dari penerima bantuan yang diduga telah menjual bantuan semen untuk RTG mengaku telah menjual semen bantuan untuk RTG itu, tapi dirinya berdalih dipinjam kepada ibunya.

“Ia saya akui telah menjual semen itu tetapi saya pinjam sementara di bangun, uang itu saya pakai untuk beli beras dan beli pasir uruk untuk menimbun pondasi rumah itu dan tetap saya pertanggungjawabkan hal itu dengan manggantinya karena itu hak ibu saya,” tutupnya.

Untuk diketahui, sebanyak 21 orang penerima bantuan RTG untuk Pokmas pagutan dua yang ada di Dusun Tunjang Desa Pagutan Kecamatan Batukeliang dengan jenis kerusakan sedang, ringan dan berat telah menerima bahan dari pemerintah untuk pembangunan RTG tersebut.

Sayangnya sejumlah bantuan yang diterima masyarakat terdampak gempa disinyalir telah disalah gunakan oknum tertentu. (TN-03)

Related Articles

Back to top button