Wagub Tinjau Posko Ketahanan Pangan Terintegrasi dengan Posko PPKM Mikro di Jenggala

Lombok Utara, Talikanews.com – Wakil Gubernur NTB, Hj Sitti Rohmi Djalilah tinjau posko ketahanan pangan yang terintegrasi dengan Posko Terpadu Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) berskala Mikro dengan berbasis Rukun Tetangga (RT), di Desa Jenggala, yang merupakan inovasi patut dicontohi.

“Posko terpadu dan terintegrasi ini, merupakan salah satu inovasi yang patut dicontoh,” ungkapnya sambil melihat kegiatan vaksinasi Covid-19, di Kabupaten Lombok Utara.

Menurut Wagub, dalam menanggulangi penyebaran Covid-19, posko terintegrasi di tingkat desa diperlukan sebagai sarana dalam upaya pengendalian pandemi Covid-19 agar lebih tepat sasaran.

Sebagai pusat perencanaan, koordinasi, pengendalian, dan evaluasi kegiatan penanganan, Wagub mengingatkan agar sistem pelaporan PPKM berbasis mikro ini dapat dilaksanakan dengan baik.

“Jadi harus fokus dengan sistem pelaporan bebasis data yang riil ditingkat RT. Jangan disama ratakan, ketika salahsatu RT didesa tersebut, ada satu warga terkonfirmasi positif, sehingga menjadikan desa zona merah. Itu yang salah, seharusnya hanya di RT itu saja yang berwarna merah, itulah PPKM berbasis RT,” tegasnya.

Selain itu, PPKM Mikro bukan membatasi kegiatan dan aktivitas warga. Namun tetap bekerja dan produktif dengan tetap mengikuti protokol kesehatan.

Wagub mengingatkan agar sinergi dan kolaborasi antara pemerintah desa, Babinsa, Bhabinkamtibmas dan seluruh elemen didesa harus terjalin dengan baik.

Sementara itu Kepala Desa sekaligus Ketua Satgas Covid Desa Jenggala Fakhruddin, mengatakan di desanya memiliki 8 Dusun dan sebanyak 30 RT.

“Desa kami tidak ada yang terkonfirmasi covid, nol kasus,” tegas Kades.

Untuk menanggulangi Covid, Ada 3 posko utama, termasuk Posko isolasi mandiri. Berbagai fasilitas disediakan di Posko seperti alat kesehatan, media edukasi untuk menerapkan 5 M dan data.

Termasuk Posko  Ketahanan Pangan ini merupakan posko terpadu untuk memotivasi masyarakat memanfaatkan pekarangan dan tanah kosong yang produktif. Sehingga menambah gizi untuk kesehatan keluarga ditengah Covid.

Diakuinya, bersama satgas dan elemen masyarakat terus memberikan edukasi untuk menegakan protokol Covid. Pentinnya vaksinasi guna memperkuat imun dan informasi lain kepada masyarakat.

“Kami bersama dan bersinergi membangun kesadaran masyarakat tentang ketahanan pangan maupun pentinnya menjaga kesehatan ditengah pandemi,”tutup Kades. (TN-red)

Related Articles

Back to top button