Bupati Loteng Sampaikan LKPJ Akhir Tahun Anggaran 2020

Lombok Tengah, Talikanews.com – Dewan Perwakilan Daerah Kabupaten Lombok Tengah (DPRD) menggelar Sidang Paripurna ke-4 dengan agenda sidang peyampaian Laporan Keterangan Pertanggung Jawaban (LKPJ) Bupati Lombok Tengah dan Pembentukan Gabungan Komisi, di Ruang Sidang Utama Dprd Lombok Tengah, di Jontlak Praya Tengah. Jumat 2 April 2021.

Sidang di buka langsung Ketua DPRD Kabupaten Lombok Tengah, M. Tauhid yang didampingi oleh Wakil Ketua serta di hadiri langsung oleh Bupati Lombok Tengah, HL Pathul Bahri SIP dan sejumlah OPD lingkup Lombok Tengah.

Dalam paripurna Bupati Lombok Tengah, HL Pathul Bahri mengatakan atas nama Pemerintah Kabupaten Lombok Tengah (Pemda Loteng) menyampaikan ucapan terima kasih dan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada segenap Pimpinan dan Anggota Dewan Kabupaten Lombok Tengah, yang telah menjalankan fungsi legislasi dan pengawasan secara optimal terhadap penyelenggaraan pemerintahan dan pembangunan daerah Kabupaten Lombok Tengah Tahun Anggaran 2020.

Penyampaian LKPJ akhir Tahun 2020 ini dilaksanakan dalam rangka memenuhi kewajiban yang diamanatkan undang-undang Nomor 23 Tahun 2014 Tentang Pemerintahan Daerah dan Peraturan Pemerintah Nomor 13 Tahun 2019 tentang laporan dan evaluasi penyelenggaraan pemerintah daerah, dan Permendagri Nomor 18 Tahun 2020 tentang peraturan pelaksanaan peraturan pemerintah Nomer 13 Tahun 2019.

“Di mana LKPJ akhir tahun anggaran disampaikan paling lambat 3 (tiga) bulan setelah tahun anggaran berakhir,” imbuh Pathul

LKPJ Bupati Lombok Tengah Akhir Tahun Anggaran 2020 Ini disusun berdasarkan rencana pembangunan jangka menengah daerah (RPJMD ) kabupaten Lombok Tengah tahun 2016-2021, serta operasionalisasi tahunannya yaitu rencana kerja pemerintah daerah (RKPD ) tahun 2020, serta peraturan daerah Kabupaten Lombok Tengah nomor 4 tahun 2019 tentang anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD) Kabupaten Loteng tahun anggaran 2020 beserta perubahannya, yang diharapkan akan semakin mendekatkan kita pada visi “terwujudnya masyarakat Lombok Tengah yang beriman, sejahtera, dan bermutu”

Lanjut Pathul dengan mempertimbangkan keberhasilan pelaksanaan Pembangunan Kabupaten Loteng Tahun 2019, serta permasalahan dan tantangan yang dihadapi pada Tahun 2020 terutama menyangkut peningkatan kesejahteraan masyarakat, penanggulangan kemiskinan, pengangguran dan ketertinggalan, ditetapkan tema Pembangunan Kabupaten Lombok Tengah Tahun 2020 adalah “Pembangunan sumber daya manusia untuk mewujudkan masyarakat bermutu dan sejahtera”

Tema tersebut selanjutnya dijabarkan ke dalam 5 (Lima) prioritas pembangunan yaitu Mempercepat pengurangan kemiskinan, Percepatan peningkatan indeks pembangunan manusia ( IPM ), Penguatan struktur ekonomi, Peningkatan kualitas infrastruktur dan lingkungan hidup, dan Peningkatan kualitas penyelenggaraan pemerintahan.

Penetapan tema dan prioritas pembangunan dalam RKPD 2020 adalah sebagai upaya penyelesaian target-target pembangunan nasional, tingkat provinsi maupun kabupaten, dan menjadi pedoman bagi seluruh OPD di lingkungan Pemerintah Kabupaten Lombok Tengah dalam menjabarkan program dan kegiatan tahun 2020.

Adapun kinerja pemerintah menyangkut pendapatan dan belanja daerah tahun 2020 tidak bisa dipisahkan dari kondisi pandemi covid-19 yang mengharuskan pemerintah daerah melakukan penyesuaian, di mana pemerintah Kabupaten Loteng telah melakukan percepatan pengutamaan penggunaan alokasi anggaran kegiatan tertentu ( refocusing ) dan perubahan alokasi anggaran melalui optimalisasi penggunaan belanja tidak terduga ( BTT ) yang tersedia dalam APBD Tahun Anggaran 2020 dalam rangka antisipasi dan penanganan dampak penularan pandemi Covid-19.

Hal tersebut lanjut Bupati, berimbas terhadap banyaknya program kegiatan yang telah direncanakan Tahun 2020 harus disesuaikan kembali dalam pengelolaan anggaran pendapatan dan belanja daerah Kabupaten Loteng Tahun 2020 dapat di sampaikan sebagai berikut.

Pertama Pendapatan Daerah ditargetkan sebesar Rp 2.118.248.698.538,12 dan terealisasi sebesar Rp.2.096.662.043.478,85 atau 98,98 persen, yang terdiri dari, Pendapatan asli daerah (PAD ) ditargetkan sebesar Rp. 193.954.302.747,12 dan terealisasi sebesar Rp 206.330.203.119,85 atau 106,38 Persen.

Dana Perimbangan ditargetkan Sebesar Rp. 1.500.902.944.000,00 dan terealisasi sebesar Rp .1.463.851.768.432,00 atau 97,53 Persen. Adapun lain- lain pendapatan daerah yang sah ditargetkan sebesar Rp 423.391.451.791,00 dan realisasi sebesar Rp 426.480.071.927,00 atau sebesar 100,73 Persen.

Kedua, belanja daerah ditargetkan sebesar Rp 2.168.825.114.595,87 dan terealisasi Rp 2.093.636.570.402,34 atau 96,53 persen, yang terbagi atas Belanja tidak langsung ditargetkan sebesar Rp 1.313.283.823.729,59 dan terealisasi sebesar Rp. 1.273.805.598.580,30 atau 96,99 Persen. Belanja langsung ditargetkan sebesar Rp 855.541.290.866,28 dan terealisasi sebesar Rp 819.830.971.822,04 atau 95,83 persen.

Ketiga, penerimaan pembiayaan daerah ditargetkan sebesar Rp 70.576.416.057,75 dan realisasi sebesar Rp 74.213.483.622,21 atau 105,15 Persen.

Untuk melihat sampai sejauh mana kinerja dan capaian pelaksanaan pembangunan daerah tahun 2020, pihaknya akan sampaikan secara garis besar berdasarkan 5 (lima) prioritas pembangunan tahun 2020. capaian tersebut sekaligus akan memberikan gambaran kinerja indikator makro kabupaten Loteng pada tahun 2020. Prioritas pertama adalah mempercepat pengurangan kemiskinan.

“Terkait dengan hal tersebut dapat saya sampaikan bahwa berbagai ikhtiar untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia dan kesejahteraan masyarakat terus dilaksanakan secara simultan, terpadu dan terintegrasi yang melibatkan lintas perangkat daerah dan stakeholders terkait,” paparnya.

Berdasarkan Data BPS , meskipun kita dihadapakan dengan datangnya bencana non alam Covid-19, Alhamdulillah pada Tahun 2020 angka kemiskinan di Kabupaten Loteng tetap mengalami penurunan sebesar 0,19 persen, yakni dari 13,63 persen pada tahun 2019 menjadi 13,44 persen pada tahun 2020.

Prioritas kedua adalah percepatan peningkatan indeks pembangunan manusia (IPM ), dengan capaian antara lain, IPM Kabupaten Lombok Tengah terus menunjukkan kenaikan setiap tahunnya.

Tercatat pada tahun 2019, IPM Kabupaten Lombok Tengah mencapai 66,36 persen dan mengalami pertumbuhan paling tinggi di Provinsi Nusa Tenggara Barat pada tahun 2020 tetap bergerak maju menjadi 66,43 atau naik sebesar 0,07 dan membawa Lombok Tengah naik ke peringkat 7 ( tujuh ) di Provinsi NTB, jelasnya.

Selain itu Bupati juga menyinggung persoalan tentang covid-19 yang mana pemerintah daerah telah berupaya semaksimal mungkin melakukan berbagai upaya pencegahan penyebaran Covid-19 ini sejak ditetapkan status siaga darurat bencana non alam Covid-19 melalui keputusan bupati nomor 154 tahun 2020. Namun berbagai upaya tersebut tidak akan memberikan hasil maksimal tanpa adanya dukungan semua pihak, terutama sekali kesadaran masyarakat.

Untuk itu, melalui kesempatan yang baik ini, saya mengajak seluruh elemen masyarakat Kabupaten Lombok Tengah untuk senantiasa meningkatkan kewaspadaan serta bersatu padu, bahu membahu menangani penyebaran wabah ini, dengan mematuhi semua himbauan dan protokol yang telah ditetapkan oleh pemerintah, baik pusat maupun daerah.

“Demikian pemaparan singkat atas kinerja Pemerintah Kabupaten Lombok Tengah Tahun 2020 yang dapat saya sampaikan. Untuk selengkapnya disampaikan pula buku laporan keterangan pertanggungjawaban (LKPJ ) Bupati Lombok Tengah tahun 2020 yang merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari pidato pengantar ini,” tutupnya. (TN-03*)

 

Related Articles

Back to top button