Pemprov NTB Belajar cara Kembalikan Kondisi Pariwisata di Masa Pandemi ke Pemprov Bali

Denpasar, Talikanews.com – Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat, belajar cara mengembalikan kondisi pariwisata di tengah pandemi Covid-19 ke Provinsi Bali.

Ketua rombongan, sekaligus ketua Komisi III DPRD NTB, Sambirang Ahmadi, menyampaikan, kedatangan ini karena penerapan protokol kesehatan yang berbasis pada Cleanliness (Kebersihan), Health (Kesehatan), Safety (Keamanan), dan Environment Sustainability (Kelestarian Lingkungan) atau CHSE.

“Kalau pun pandemi Covid-19, saya mendengar bahwa pariwisata Bali masih tetap bertahan karena banyak industri pariwisata sudah mengantongi CHSE,” ungkapnya, Rabu 31 Maret 2021. di Kantor Dinas Komunikasi Informasi dan Statistik (Diskominfos) Provinsi Bali.

Yang jelas, banyak hal yang akan dipelajari untuk di Amati, Tiru dan Modifikasi (ATM) setidaknya bisa diberdayakan di Nusa Tenggara Barat, selanjutnya mampu pulihkan perekonomian masyarakat.

Terkait hal iru, Kasi Sarana Promosi dan Komunikasi Digital pada Dinas Pariwisata Provinsi Bali, Dewa Dwi Jayendra, menuturkan kondisi pariwisata Bali per tanggal 31 Maret 2021 dengan upaya-upaya yang sedang dilaksanakan Pememerintah Provins Bali dalam pemuliha Pariwisata Bali yakni, pelaksanaan prioritas vaksinasi di 3 kawasan zona hijau yaitu Ubud, Sanur dan Nusa Dua.

Kebutuhan vaksinasi itu di angka 170.487 vaksin, rincian sebanyak 47.045 untuk di Ubud, kemudian 87.715 untuk di Nusa Dua
35.727 untuk di Sanur.

Dia menjelaskan, sesuai arahan Presiden Joko Widodo, rencana 3 kawasan zona hijau tersebut akan dibuka untuk dikunjungi wisman pada bulan Juni Juli mendatang, dengan catatan penyebaran kasus Covid-19 melandai.

“Saat ini kurang lebih 20.600 yang telah divaksin, dari BTDC sebanyak 5.000 orang
Bandara Internasional I Gst. Ngurah Rai sebanyak 5.600 orang. Kemudian Hotel Harris Sunset Road sebanyak 2.000 orang
Hotel Prama Sanur sebanyak 4.000 orang
Hotel Four Points sebanyak 4.000 orang,” kata dia.

Sedangkan sertifikasi industri pariwisata mulai dari hotel, restoran, transportasi, hingga DTW, saat ini sebanyak 877 industri pariwisata telah di-assesment, ditambah lagi dari Kemenparekraf sebanyak 973 industri yang telah disertifikasi.

“Persiapan dengan simulasi penyambutan wisatawan mancanegara di Bandara Ngurah Rai, dengan menunjukkan surat keterangan bebas Covid-19 dan akan diarahkan untuk berlibur ketiga kawasan zona hijau,” paparnya.

Kendati demikian lanjutnya, masih bersifat uji coba/trial dan harus disiapkan dengan matang agar pada pembukaan pertama tidak menimbulkan hal-hal yang tidak di inginkan yang dapat merusak image pariwisataBali ke depan.

“Ini akan terus dievaluasi, bagaimana pelaksanaannya dan secara bertahap akan diperluas lagi green zone-nya sambil terus dilaksanakan program vaksinasi. Kalau sudah 70 persen masyarakat Bali
divaksin maka akan memunculkan kekebalan kelompok sehingga penyebaran Covid-19 akan turun dan Bali aman untuk dikunjungi,” tutupnya (TN-red)

Related Articles

Back to top button