Gubernur NTB Sambut Kepulangan Puluhan Calon Pekerja Migran Perempuan

Lombok Tengah, Talikanews.com – Gubernur NTB, Dr Zulkieflimansyah menyambut pemulangan puluhan calon pekerja migran indonesia (PMI), dari salah satu penampungan, Selasa 30 Maret 2021.

Sapaan Dr Zul itu mengatakan, sedang menyambut para PMI asal NTB yang dicegah berangkat ke Luar Negeri yang diantar langsung kembali ke NTB oleh BP2MI Pusat, Benny Rhamdani.

“Saudari kita ini diperlakukan tidak manusiawi dan dibohongi dengan prosedur yang tidak benar dan ilegal sehingga kalaupun berangkat pasti jadi korban kekerasan di Luar negeri. Bahkan, gaji-gajinya tidak dibayar,” kata dia.

Dirinya sudah meminta Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi NTB dan Kabupaten/Kota untuk memberikan sosialisasi kepada calon-calon tenaga kerja agar menempuh prosedur yang benar supaya tidak melalui agen-agen yang kemudian menjerumuskan dan tidak bertanggungjawab.

“Lebih baik tertunda keberangkatan ketimbang jadi korban dan kembali dalam bentuk jenazah yang mengenaskan,” ujarnya.

Untuk diketahui, data calon PMI hasil pencegahan yang dipulangkan dari penampungan sebanyak 27 orang. Adapun rincian, dari Sumbawa sebanyak 18 orang, Lobar sebanyak 3 orang, dari Lotim 3 orang
KSB 1 orang dan Loteng 3 orang.

Disatu sisi, Wakil Gubernur NTB, Hj Sitti Rohmi Djalilah terus perkuat edukasi supaya NTB Zero kasus buruh migran un prosedural. Hal itu karena Provinsi Nusa Tenggara Barat menjadi salah satu penyumbang pahlawan devisa terbesar di Indonesia. Karena itu, perlindungan yang maksimal terhadap pekerja migrannya menjadi komitmen kuat Pemprov NTB.

Melalui edukasi yang masif ditingkat dusun lewat program Revitalisasi Posyandu, berharap tidak ada lagi buruh migran asal NTB yang berangkat ke luar negeri tanpa prosedur yang legal.

“Melalui Revitalisasi Posyandu atau Posyandu Keluarga yang ada disetiap dusun di NTB, NTB Harus Zero Kasus Unprosedural Buruh Migran,” saat sosialisasi Undang-Undang No. 18 Tahun 2017 tentang Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (PMI).

Rohmi menjelaskan, prosedur keberangkatan yang legal menjadi salah satu kunci untuk memberikan proteksi yang maksimal terhadap buruh migran. Calon pekerja migran di NTB, harus sadar akan pentingnya prosedur legal melalui edukasi yang masif.

Edukasi tersebut, dikatakan Ummi Rohmi, dapat dilakukan melalui Posyandu keluarga yang ada di setiap dusun di NTB.

“Banyak warga tidak paham betapa beresikonya menjadi tenaga kerja unprosedural atau ilegal. Dengan posyandu keluarga, edukasi akan pentingnya hal ini dapat terjadi setiap bulan bahkan setiap minggu tergantung aktifitas kader diseluruh dusun di NTB,” jelas Wagub perempuan pertama NTB tersebut.

Sementara itu, Kepala BP2MI, Benny Rhamdani menjelaskan, Badan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI) mengajak pemerintah daerah untuk melindungi pekerja migran sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2017 tentang Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (PMI).

Pihaknya mengajak semua pihak untuk berkomitmen bersama dalam memberantas mafia kejahatan pekerja migran, seperti perdagangan manusia dan kekerasan terhadap PMI di negara lain tempatnya bekerja.

Benny menjelaskan berdasarkan permintaan tegas Presiden RI, Joko Widodo, melalui UU Nomor 18 Tahun 2017, negara harus memberikan perlindungan bagi PMI dan keluarganya baik itu dari kekerasan fisik, seksual, PMI sakit maupun yang lainnya.

“Presiden Jokowi telah berpesan agar buruh migran harus benar-benar dilindungi dari ujung kaki hingga ujung kepala. Karena itu pemerintah pusat dan daerah bersinergi kuat mewujudkannya,” pungkas Benny.

Data yang dihimpun media ini, Senin 29 Maret 2021, terdapat kedatangan 163 orang pekerja migran indonesia) di Bandara International ZAM, sekitar pukul 12.43 Wita bertempat di Terminal Kedatangan International Bandara Internasional ZAM mengunakan pesawat QZ-462 Kul-Lop.

Dari 163 orang yang terdiri dari 152 orang Laki-laki dan 11 orang Perempuan dengan rincian, dari Lombok Barat 19 orang, Lombok Tengah 57 orang, Lombok Timur 79 orang, Lombok Utara 6 orang, Bima 1 orang, dan Sumbawa Barat 1 orang

Kedatangan 163 orang PMI ini dipersilahkan mengisi HAC dipandu oleh petugas dari KKP, Angkasa Pura dan staf PTN (staf ground handling). Kemudian proses pemeriksaan dan validasi Surat Kesehatan, Surat Hasil RT-PCR oleh tim dari KKP.

Setelah selesai pemeriksaan para penumpang menuju konter imigrasi untuk stamp paspor dilanjutkan pengambilan bagasi dan pemeriksaan Bea Cukai.

Setelah itu, secara bergantian 163 orang PMI meninggalkan area bandara menuju Asrama Haji bagi PMI dari wilayah (Mataram, Lobar, Sumbawa dan KLU), PMI Loteng menuju Dinas Kesehatan setempat , PMI Lotim menuju Rusunawa Kayangan Labuhan Lombok Kecamatan Pringgabaya untuk cek kesehatan dan karantina.

Selama masa Pandemi virus corona (Covid-19), pihak Bendara International ZAM bersama Help Desk UPT BP2MI dan petugas Disnakertrans Provinsi NTB melakukan pemeriksaan awal terhadap para penumpang pesawat khususnya yang datang dari luar negeri dan daerah zona merah sebagai upaya pencegahan penyebaran Virus Covid-19.

Kembalinya para PMI tersebut ke Indonesia karena masa kontrak Kerja sudah habis dan para Pekerja Migran Indonesia (PMI) tersebut di jemput oleh perwakilan Pemda serta Test PCR akan dilakukan oleh masing-masing Pemda berdasarkan wilayah tempat tinggal para PMI. (TN-red)

Related Articles

Back to top button