Pasca Periksa dr Langkir, Kejaksaan Mengeluarkan Sprint Penyelidikan Kasus Dana UTD

Lombok Tengah, Talikanews.com – Pasca memeriksa Direktur RSUD Praya juga Plt Kepala Dinas Kesehatan Lombok Tengah, dr Muzakir Langkir, terkait kasus dugaan penyalahgunaan dana Unit Transfusi Darah (UTD) dan insentif Tenaga Kesehatan (Nakes), pada Rabu 24 Maret 2021. Kejaksaan Negeri Loteng langsung keluarkan surat perintah penyelidikan.

Kepala Kejaksaan Negeri Loteng, Fadil Regan menegaskan, sedang melakukan pendalaman terhadap kasus tersebut. Bahkan kasus dugaan penyalahgunaan dana UTD dan insentif Nakes ini telah masuk tahap penyelidikan.

“Untuk kasus ini telah dikeluarkan surat perintah penyelidikan,” ungkap Fadil didampingi Kasi Intel, Catur Hidayat Putra, Kamis 25 Maret 2021

Dia menjelaskan, untuk mendalami perkembangan kasus ini, pihaknya telah memanggil 15 orang saksi untuk dimintai keterangan. Salah satunya yakni Direktur RSUD Praya.

Fadil Regan belum membeberkan secara detail siapa saja orang yang telah dimintai ketarangannya. Karena, proses yang ditangani ini masih dalam penyelidikan.

“Saat ini kami belum bisa memberikan keterangan secara detail. Yang jelas laporan ini kami sedang tangani,” katanya.

Disinggung indikasi kerugian negara sesuai laporan dari masyarakat? Fadil Regan enggan memberikan jawaban.

“Intinya semua sedang berproses. Kami belum bisa berikan jawaban secara detail,” tutupnya.

Informasi yang diserap media ini, kasus yang melibatkan dr Muzakir Langkir hingga diperiksa sampai 2 jam lebih ini terhendus setelah adanya pembayaran biaya pengolahan darah di UTD tidak berjalan seperti biasanya.

Akibatnya, muncul indikasi kerugian negara mencapai Rp 2,7 Miliar terhitung sejak tahun 2017. (TN-03)

Related Articles

Back to top button