H Muazzim Akbar Ancam Kader PAN NTB yang ke Jakarta, Ini Kata H Najamuddin

Mataram, Talikanews.com – Ketua DPW PAN NTB, H Muazzim Akbar ancam pengurus DPD PAN yang nyelonong ke Jakarta (DPP) untuk menanyakan terkait SK definitif kepengurusan.

“Saya ingatkan, bagi Kader PAN di daerah yang belum keluar SK kepengurusan DPD, dalam satu atau dua Minggu ini, jangan coba-coba ke Jakarta, karena kalau sampai kesana, akan langsung saya coret namanya dari daftar,” ancamnya di acara silaturahmi DPW PAN NTB periode 2020-2025, Rabu 24 Maret 2021 di Mataram.

Dia menjelaskan, untuk menentukan siapa yang akan menduduki jabatan ketua DPD PAN di Kabupaten/Kota melalui mekanisme, kajian dan proses panjang. Tidak bisa main lobi melobi ke DPP, sehingga dirinya memberi peringatan keras supaya jangan main lobi sana-sini.

“Penentuan H Hasbullah Muis sebagai Sekretaris DPW PAN NTB juga cukup lama dan panjang prosesnya. Awalnya muncul nama H Najamudin Mustafa, setelah ditimbang DPP, akhir Haji Najam diposisikan sebagai Ketua Fraksi PAN di DPRD NTB,” tuturnya.

Bagi H Muazzim, jabatan itu pasti akan di emban oleh Kader atau generasi PAN karena, PAN ini salah satu Partai Politik yang mengedepankan kekeluargaan dan loyalitas bukan kedekatan.

Yang jelas lanjutnya, dirinya mengajak semua kader PAN NTB untuk bersama-sama mempersiapkan diri memenangkan Pilkada 2024 mendatang.

“Jangan lagi ada kubu-kubu, kalau main-main diluar, langsung saya dipecat. Kalau di ruangan ini ada yang tidak setuju sistim kekeluargaan dan loyalitas, silahkan keluar saja,” tegasnya.

Disinggung terkait H Najamuddin Mustafa ditunjuk sebagai ketua Fraksi PAN, apakah hanya lisan atau tertulis? H Muazzim Akbar menegaskan, keputusan partai secara tertulis sudah dibuat tinggal ditanda tangan saja.

“Ini keputusan lisan dan tertulis yang tidak bisa di ubah,” ujarnya.

Terkait hal itu, H Najamuddin Mustafa dikonfirmasi mengaku akan melaksanakan perintah partai atas kepercayaan sebagai ketua Fraksi PAN di DPRD NTB.

Hal itu dikatakannya karena, jabatan ketua Fraksi merupakan jabatan cukup berat karena menyangkut membesarkan partai, kemudian bicara soal kemajuan daerah maupun negara.

“Apa yang menjadi pikiran masyarakat, kita bisa tuangkan dalam pandangan fraksi,” tutupnya (TN-red)

Related Articles

Back to top button