Tugas Pembangunan Menumpuk, Bupati Loteng Minta Doa dan Dukungan Masyarakat

Lombok Tengah, Talikanews.com – Bupati Loteng, H L Pathul Bahri meminta doa dan dukungan semua elemen masyarakat untuk menyelesaikan pembangunan berbagai infrastruktur pendukung perekonomian di Bumi Tatas Tuhu Trasna. Hal itu disampaikan karena, masih banyak tugas harus diselesaikan. Terlebih, di KEK Mandalika yang merupakan prioritas pembangunan negara.

“Tanpa bantuan, doa dan dukungan semua masyarakat, apa yang menjadi tugas kami ini tidak akan berjalan lancar,” ungkapnya di hadapan tamu undangan acara tasyakuran, Selasa 23 Maret 2021, di Kediamannya.

Politisi Partai Gerindra itu menjelaskan, tugas negara yang harus dikawal dan dituntaskan yakni pembangunan sirkuit MotoGP Mandalika yang nantinya akan mendatangkan dampak positif bagi masyarakat. Ketika event balap dunia itu digelar.

“Akan ada 150 ribu penonton datang menyaksikan event MotoGP itu. Kedatangan tamu dari berbagai negara itu butuh hidup di Lombok Tengah. Sehingga, Masyarakat harus mulai berbenah,” katanya.

Keberadaan KEK Mandalika itu sangat berharga bagi Lombok Tengah umumnya Nusa Tenggara Barat. Bagaimana tidak, fasilitas pendukung seperti jalan bypass sepanjang 17,6 kilometer dengan lebar 50 meter mulai dibangun.

Tidak hanya itu, Terminal Bandara Internasional Lombok diperluas, parkir pesawat (apron) ditambah runway di perpanjang.

Selain tugas itu, pemerintah daerah harus menyiapkan sumber daya manusia (SDM) dan Sumber Daya Alam.

“Penonton event MotoGP butuh minum, jelas pemerintah harus mulai membenah perusahaan air minum. Kemudian, butuh makan, sehingga masyarakat harus berinovasi mulai dari sekarang menyambut event berkelas dunia tersebut,” ujarnya.

Selain itu, tugas masih tersisa yakni, sepanjang 340 kilometer jalan di Lombok Tengah belum di hotmik. Hal itu butuh perhatian untuk segera di hotmik. Selanjutnya, seluas 450 ribu hektare lahan pertanian butuh air. Artinya, pemerintah juga harus memikirkan lahan tersebut supaya produktif agar petani bisa menanam kebutuhan yang dibutuhkan penonton event MotoGP tersebut.

“Kalau kita tidak segera bergerak, berfikir inovatif, maka kita akan ketinggalan bahkan jadi penonton di kandang sendiri. Oleh sebab itu, harus mulai menata pembangunan peningkatan perekonomian masyarakat,” tutupnya (TN-red)

Related Articles

Back to top button