Pimpinan Dewan Ingatkan Pemda Loteng Lebih Selektif Refocusing Anggaran

Lombok Tengah, Talikanews.com – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), yang juga wakil ketua DPRD Lombok Tengah, HL. Sarjana, mengingatkan Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Lombok Tengah agar selektif dalam melakukan refocusing anggaran, termasuk Pokok-pokok Pikiran (Pokir) Dewan atau legislatif.

“Kami DPRD Lombok Tengah mendukung langkah yang dilakukan Pemda untuk refocusing anggaran karena memang itu instruksi pemerintah pusat. Namun, kita juga harus saling memahami akan kewajiban kepada konstituen,” kata HL. Sarjana. Rabu 24 Maret 2021.

Ditegaskan, kewajiban terhadap konstituen merupakan amanah undang-undang dalam hal Pokir Dewan. Yang ia herankan, masih saja ada statement-statement menyinggung tentang anggaran Pokir semata-mata untuk dewan.

“Ini persepsi yang keliru. Pokir bukanlah semata-mata untuk personal anggota dewan. Akan tetapi perlu diingat bahwa undang-undang mengamanahkan kita untuk melakukan penyerapan aspirasi lewat dua hal yaitu Musrenbang dan Reses,” jelasnya.

Dua sumber aspirasi masyarakat itu, lanjutnya, dipadukan hingga menjadi program utuh Pemda dalam hal ini RPJMD yang dituangkan di APBD untuk nantinya disahkan bersama menjadi program masyarakat Lombok Tengah.

“Pokir boleh direfocusing dan saya tidak ada alasan untuk menentang itu. Namun kita tetap berharap komunikasi dan koordinasi tetap terjaga sebagai mitra kerja yang baik. Jangan dikit-dikit Pokir harus dibabat habis,” pesannya.

Intinya, pihaknya mendukung segala langkah Pemda Lombok Tengah dalam situasi serba sulit saat ini. Namun, harus dikomunikasikan dan tidak mengambil keputusan sendiri.

“Dengan anggaran yg dibutuhkan 119 miliar, sementara yang sudah ada 20 miliar artinya masih banyak kekurangan sesuai dengan perintah pemerintah pusat yang nota bene 8%, anggaran DAU kena refocusing,” sebutnya.

Ditekankan, kekurangan ini yang perlu dipecahkan bersama-sama secara selektif. Harus ditentukan pos-pos man yang harus direfocusing di masing-masing OPD. Demikian juga di sekretariat dewan dan anggaran belanja lainnya di DPRD Lombok Tengah.

“Kita harus komunikasikan semua ini. Pos-pos mana yang harus direfocusing. Seperti perjalan dinas, makan minum, atau anggaran lainnya. Kami selalu terbuka untuk membahas hal itu,” tutupnya. (TN-03)

Related Articles

Back to top button