Harga Cabe Melonjak, Dinas Ketahanan Pangan NTB akan Bermitra dengan UNIZAR

Mataram, Talikanews.com – Harga Cabe rawit di Nusa Tenggara Barat (NTB) melonjak. Untuk di wilayah Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) mencapai Rp 150 ribu perkilo, di Pasar Mandalika Rp 125 ribu. Sedangkan di pasar ranting seperti di Kebon Roek Mataram mencapai Rp 130 ribu hingga Rp 140 ribu.

“Harga ini berdasarkan hasil pantauan kami di lapangan,” ungkap Kepala Dinas Ketahanan Pangan Provinsi NTB, H Pathul Gani, Kamis 19 Maret 2021.

Pathul Gani mengaku, ada yang dipelajari saat turun ke lapangan meninjau harga Cabe yakni, siklus harga cabe naik ketika memasuki musim hujan pada bulan Februari atau Maret.

Namun, untuk mengantisipasi kelangkaan dan melonjaknya harga Cabe kedepan, dirinya mengumpulkan petani terutama di Lombok Timur yang merupakan penghasil terbesar Cabe untuk mengajak mereka menanam Cabe dan hindari penyakit antrak atau cabe mati.

“Kita juga mengajak petani manfaatkan pematang sawah karena ada peluang cabe bertahan hidup. Sehingga tidak ada lagi Ibu Rumah Tangga yang teriak kekurangan cabe lagi,” kata dia.

Langkah lain kata Pathul Gani, Dinas Ketahanan Pangan juga berdayakan 300 kelompok Posyandu dengan cara membagikan bibit Cabe secara gratis tersebar di kabupaten/kota.

“Kita terus koordinasi dengan Dinas di Kabupaten/Kota, sekaligus edukasi masyarakat akan pentingnya memanfaatkan pekarangan untuk menanam Cabe,” ujarnya.

Tidak hanya itu saja, Dinas Ketahanan Pangan akan bermitra dengan Perguruan Tinggi, baik Negeri maupun Swasta. Namun yang pertama, akan bangun mitra dengan Universitas Islam Al-Azhar (UNIZAR) Mataram.

Pathul menambahkan, draf MoU dan Perjanjian Kerja Sama dengan UNIZAR Mataram itu sedang di godok Biro Hukum Setda NTB dan sudah ada sinyal.

“Kalau tidak ada kendala, bulan April mendatang akan teken MoU dan Perjanjian Kerja Sama dengan UNIZAR untuk pembimbingan dalam pemanfaatan pekarangan untuk ketahanan pangan dimulai dari keluarga,” tegasnya.

Pathul Gani juga tidak menampik ada faktor-faktor lain sehingga harga cabe melonjak yakni kelompok tani tergiur harga tinggi dari pengusaha luar daerah sehingga Cabe dari NTB dibawah keluar.

“Daerah luar juga butuh cabe NTB, sehingga Dinas akan perkuat basis keluarga dan menyiapkan 10 ribu sampai 100 ribu bibit cabe secara gratis untuk masyarakat kota Mataram,” tutupnya (TN-red)

Related Articles

Back to top button