Alasan Mendasar Bupati Loteng akan Rombak Jajaran RSUD Praya dan Strategi Melayani

Lombok Tengah, Talikanews.com – Bupati Loteng, H Lalu Pathul Bahri rupanya serius ingin merombak jajaran Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Praya. Demi memperbaiki pelayanan kepada masyarakat.

Politisi Partai Gerindra itu membeberkan alasan kuat merombak jajaran RSUD Praya. Dirinya tidak mau lagi mendengar ada keluhan pelayanan kesehatan dari masyarakat.

Kemudian, ingin memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat karena kesehatan ini menyangkut nyawa. “Kalau telat ditangani, maka nyawa menjadi taruhan. Hal ini tidak boleh terjadi. Memang ajal itu ditentukan oleh Allah SWT, tapi setidaknya petugas kesehatan segera tanggap bagi masyarakat yang membutuhkan pelayanan kesehatan, petugas bukan duduk manis saja,” ungkapnya, Senin 15 Maret 2021.

Pathul mengatakan, sudah lama mendengar keluhan masyarakat terhadap pelayanan yang diberikan pihak Rumah Sakit sehingga, pada 100 hari kerja pasca di Lantik itu, dirinya berkantor di Rumah Sakit.

“Banyak saya temukan kejanggalan pelayanan. Kemudian, kebersihan Rumah Sakit tidak dikelola dengan baik, bau tidak sedap. Akhirnya saya datangkan Mobil Pemadam Kebakaran untuk menyiram saluran di belakang, akhirnya udara tersebut enak di dihirup,” kata dia.

Intinya lanjut Pathul, banyak hal harus dirubah dan dibenahi di internal RSUD terutama jajaran Direksi dan perawat yang tidak ramah melayani masyarakat.

“Andai pun ada keluarga saya di Rumah Sakit itu, akan saya pindah ke Puskesmas jika tidak memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat,” ujarnya.

Menurut Pathul, pelayanan di Rumah Sakit harus murah senyum, cepat tanggap, tidak boleh lelet karena menyangkut keselamatan pasien.

Kedepan, dirinya akan menempatkan Dinas Sosial, BPJS, Dinas Kesehatan dan Dukcapil untuk membuat stand pelayanan di Rumah Sakit.

Dinas-Dinas tersebut sangat berkaitan erat dengan pelayanan. Misal, ketika ada masyarakat yang salah NIK, bisa langsung diselesaikan detik itu oleh Dukcapil. Begitu halnya ketika berkaitan dengan Jaminan Kesehatan Sosial, harus diselesaikan juga oleh Dinas Sosial.

“Saya ambil langkah ini supaya masyarakat tidak lagi bolak-balik ke Dinas – Dinas hanya untuk mengurus NIK dan Jamkesmas,” tegasnya.

Tidak hanya itu, dirinya menyiapkan tujuh anak muda, baik laki dan perempuan, berseragam layaknya pegawai bank, kemudian ditempatkan pada semua pintu-pintu pelayanan.

Tugas mereka, setiap ada masyarakat atau pasien datang, tugas mereka adalah menanyakan ke Poly mana yang diinginkan masyarakat dan langsung mengantarkan ke loket bersangkutan.

Terakhir, menjadikan ruang nifas sebagai rumah sakit ramah anak. Kedepan, tidak boleh ada pengunjung duduk menunggu di teras-teras lorong rumah sakit. Akan dibatasi ruang gerak keluar masuk demi kesehatan bayi atau anak yang disana.

Menurutnya, jika hal itu bisa berjalan baik, maka rumah sakit Praya ini akan menjadi rumah sakit idola masyarakat Lombok Tengah dan bisa mendatangkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang tinggi.

“Kan sangat aneh, punya gedung megah, poly bagus tapi, PAD sangat kecil. Masak kalah dengan rumah sakit daerah luar,” tutupnya (TN-red)

Related Articles

Back to top button