Dalami Insentif Nakes dan Aliran Dana UTD, Kejari Loteng Periksa Petinggi RSUD Praya

Lombok Tengah, Talikanews.com – Kejaksaan Negeri Loteng mendalami dana insentif para tenaga kesehatan (Nakes) Covid-19 yang belum dicairkan. Termasuk aliran dana Unit Transpusi Darah (UTD).

Untuk mendapatkan kejelasan apakah ada permainan dalam insentif Nakes dan aliran dana UTD tersebut, pihak Kejari Loteng memanggil petinggi Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Praya untuk dimintai keterangan.

“Kita audah panggil sejumlah petinggi RSUD Praya dan Kepala Pukesmas untuk dimintai keterangan terkait kendala belum terbayarkan insentif Nakes Covid-19. Karena menyangkut hak Nakes,” ungkap Kasi Intel Kejari Loteng, Catur Hidayat Putra, Minggu 14 Maret 2021.

Catur juga mengaku mendalami aliran dana biaya pengolahan darah di UTD. “Ada laporan mengenai unit transpusi darah menyangkut dana pengelolaan darah,” ujar Catur

Catur belum berani membeberkan siapa saja yang dipanggil itu dan sejauh mana hasil pemeriksaan menyangkut Insentif Nakes dan aliran dana pengelolaan UTD tersebut.

“Mohon maaf, kami masih puldata dan pulbaket, jadi belum berani berkomentar terlalu jauh, yang jelas kami sedang dalami laporan Insentif Nakes dan UTD. Jadi sekali lagi mohon maaf belum bisa berikan info maksimal,” parparnya.

Terpisah Bupati Lombok Tengah H Lalu Pathul Bahri mengatakan, jika memang itu terbukti silahkan diproses secara hukum.

Menyangkut dugaan penyalah gunaan dana UTD yang hampir Rp 2 Miliar lebih, dirinya meragukaan hal itu. Karena dana awal yang dikelola UTD itu sebesar Rp 29 juta, jadi tidak mungkin dana sebesar itu menjadi Rp 2 miliar lebih, hanya dalam beberapa tahun.

“Kita serahkan kepada APH,” tutup Bupati. (TN-03)

Related Articles

Back to top button