Majlis Hakim PN Praya kabulkan Penangguhan Penahanan, Empat IRT Diperbolehkan Pulang

Lombok Tengah, Talikanews.com – Pengadilan Negeri Praya, melakukan sidang perdana kasus pengerusakan gudang tembakau milik H M Suwardi di Dusun Eyat Nyiur Desa Wajageseng, Kecamatan Kopang, Senin 22 Februari 2021.

Ketua Pengadilan Negeri Praya Putu Agus Wiranata melalui Ketua Majlis Hakim PN Praya telah membacakan surat penetapan perkara No: 37/Pid.B/2021/PN Praya, terdakwa Empat orang dan mendengar pembacaan tuntutan Jaksa Penuntut Umum, serta pembacaab surat penangguhan penahanan dari berbagai pihak. Maka, Majlis Hakim mengabulkan penangguhan penahanan untuk 4 IRT.

“Berdasarkan pertimbangan Majlis Hakim bersama anggotanya, surat penangguhan penanganan untuk Empat IRT itu di kabulkan yang artinya terdakwa di belohkan pulang kerumahnya,” ujar Putu Agus Wiranata, Senin 22 Februari 2021.

Kendati demikian, PN Praya memberikan beberapa syarat dalam mengabulkan surat penangguhan penahanan itu diantaranya, terdakwa tidak melarikam diri, tidak menghilangkan barang bukti dan selalu bersedia hadir saat dilakukan persidangan.

“Sesuai koridor hukum tentang penangguhan penahanan terdakwa harus mematuhi ketentuan yang ada,” kata dia.

Kasi Intel Kejarai Lombok Tengah Catur Hidayat Putra sekaligus sebagai JPU mengatakan, terdakwa didakwa pasal 170 ayat 1 KUHP dengan ancaman 5 tahun 6 bulan. Dari hasil pemeriksan terdakwa talah melakukan pengerusakan dengan cara melempar batu dan kayu ke gudang tembakau milik H M Suwardi, berada di Dusun Eyat Nyiur Wajagesang Kecamatan Kolang.

“Kami hanya membacakan dakwaan saja tadi dan setalah itu sidang di tutup dengan mengabulkan surat penangguhan,” ujar Catur.

Dari pantauan media ini dalam sidang perdana, terdakwa di dampingi puluhan kuasa hukum, guna mengawal proses perkara yang sedang dijalani terdakwa.

Namun sebelum sidang di gelar Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Laskar NTB menggelar orasi di depan pintu masuk Pengadilan Negeri (PN) Praya meminta agar Empat IRT yang ditahan di Rutan Kelas IIB Praya dibebaskan tanpa bersayarat. Mengingat Empat orang IRT itu, dua diantaranya memiliki Balita yang baru berumur setahun. (TN-03)

Related Articles

Back to top button