Kapolres Loteng tak Temukan Fakta APH Terlibat di Galian C, Jayanti Minta Maaf

Lombok Tengah, Talikanews.com – Kapolres Loteng, AKBP Esty Setyo Nugroho angkat bicara terkait tudingan salah seorang orator aksi galian C di Desa Pengembur Kecamatan Pujut.

Orator itu menuding ada Aparat Penegak Hukum (APH) ikut terlibat menikmati setoran. Mendengar hal itu, AKBP Esty menelusuri, alhasil tidak menemukan bukti. Sehingga Jayanti Umar minta maaf.

“Sudah kita tindaklanjuti terkait masalah tambang galian C tanpa izin yang ada di Desa Pengembur itu dan akan kita tertibkan bersama Dinas terkait,” tegas Kapolres, Minggu 21 Februari 2021.

Esty meminta semua pihak yang mengetahui ada APH terlibat menerima setoran dari galian C ilegal itu supaya dilaporkan saja. Jika tidak, maka pihak kepolisian bisa saja memanggil oknum APH yang dituduhkan itu untuk diklarifikasi.

“Menyangkut permasalahan dugaan APH yang mendapat setoran mohon dilaporkan langsung atau kita akan panggil klarifikasi yang bersangkutan sehingga jelas siapa pelakuny, kita tindak tegas apabila terbukti. Tetapi semua itu hanya dugan dan belum ada laporan yang masuk sampai saat ini,” kata Esty

Mendengar ketegasan Kapolres, Orator saat itu Jayanti Umar langsung meminta maaf. Apa yang disampaikan itu kekeliruan dalam menyampaikan pendapat.

“Maaf itu kekeliruan masyarakat yang menyampaikan pendapat. Setau kami hal itu tidak ada kami bahas dalam persiapan aksi dan di rilis. Dan juga tidak ada kami sebutkan oknum APH siapapun yang terlibat dalam proyek Galian C yang ada di Desa Pengembur,” ujar Jayanti

Hanya saja tambahnya yang menjadi tuntutan masyarakat sejak awal yakni jalur yang dilintasi armada agar diperbaiki atau ditimbun termasuk saluran atau drainase yg tertimbun dan dibersihkan

“Kami hanya meminta agar material yang menutup jalan agar di angkat karena itu yang menyebabkan jalan licin sehingga puluhan masyarakat yang melintas jalur itu terjatuh dan terluka,” ujarnya

Selain itu Retribusi sebesar Rp. 5000 yang telah disepakati untuk desa, tidak pernah dibayar sampai saat ini yang jumlahnya sudah sekitar 3000 dam truck.

“Kami juga menuntut janji yang telah di sepakati bersama antara pemerintah desa dengan perusahan yang memiliki izin Galian C agar bertanggung jawab sepenuhnya dan disamping itu perusahaan juga tidak boleh lepas tanggung jawab terhadap jalan yang tertutup material,” tutupnya (TN-03)

Related Articles

Back to top button