Istrinya sempat Ditahan di Polsek Praya Tengah, Asmayadi: Saya Meneteskan Air Mata atas Kondisi Ini

Yang jelas lanjutnya, tidak ada surat perintah penahanan yang diterimanya, baik dari kepolisian maupun Kejaksaan.

“Saat itu langsung dibawa ke Polsek Prateng untuk dititip selama 2 hari. Malah saya diminta bernah siapkan pengacara, tapi kami tidak punya uang,” ujarnya.

Asmayadi juga mengaku tidak pernah ada upaya mediasi dari pihak manapun, padahal sebagai korban istri di penjara, sangat menginginkan kasus ini tidak sampai ke meja hijau.

Intinya, Asmayadi ingin istirnya di bebaskan, karena kasihan melihat kondisi anak kedua yang duduk di bangku kelas IV Sekolah Dasar, sering mengeluhkan sesak nafas, muntah darah.

Begitu halnya anak ketiga Maulida Nurbayati (8) saat ini sedang lemas terkapar akibat lumpuh berawal sesak nafas. “Awalnya, sekitar dua bulan lalu, anak saya mengeluhkan sesak nafas ditambah demam, begitu dibawa ke dokter, dikasi tau gejala tifus, taunya sampai sekarang lumpuh,” kata dia.

Yang membuat Asmayadi sedih, setiap malam Maulida menanyakan dimana ibunya sambil menahan nafas, dan menanyakan kenapa, Maulida menjawab sesak nafas sakit di dada.

“Seluruh masyarakat sudah trauma dengan keberadaan gudang tembakau itu, terlebih sudah berjalan lama hampir 8 tahun,” ujarnya.

Asmayadi meminta kepada aparat penegak hukum agar membebaskan istrinya dan rekannya. “Bebaskan istri saya dan keluarga lainnya,” pintu Asmayadi (TN-red)

Laman sebelumnya 1 2

Related Articles

Back to top button