Pemerhati Kemanusiaan Siap Petisi Jempol “Darah” Bela Empat IRT dan Balita yang Ditahan Kejari Loteng

Lombok Tengah, Talikanews.com – Sikap Aparat Penegak Hukum (APH) di Lombok Tengah yang menahan Empat orang Ibu Rumah Tangga (IRT) dan Dua Balita, lantaran dituduh melempar atap salah satu perusahaan Rokok di Kopang. Mendapat perhatian dari berbagai pihak.

Pemerhati Kemanusiaan sekaligus koordinator Lombok Tengah Ikhtiar (LTI), Dian Sandi Utama, menyayangkan sikap dan langkah yang diambil oleh APH yang tidak mengedepankan proses mediasi dalam penyelesaian kasus tindak pidana ringan (Tipiring) dalam kasus ini.

Bahkan, siap membuat petisi jempol darah membela IRT dan dua balita tersebut supaya bebaskan dari jeratan hukum bentuk rasa kemanusiaan dan mengusulkan penangguhan penahanan pada hakim karena penahanan tersebut telah menjadi kewenangan hakim.

“Jangan hanya karena yang melapor adalah pengusaha besar lantas respon hukum menjadi berlebihan. Ini masih praduga tidak bersalah dan masuk Tipiring yang masih bisa dan sangat bisa untuk di mediasi” kesalnya, Jumat 19 Februari 2021.

DSU menegaskan, kalau memperhatikan pernyataan APH, baik Kepolisian maupun Kejaksaan Negeri Lombok Tengah bahwa, telah memediasi kedua belah pihak, namun tidak ada titik temu. Bagi sapaan DSU ini, mestinya APH terus berupaya dan mempertimbangkan dari sisi kemanusiaan.

Dalam kasus ini menyangkut kepedihan Ibu Rumah Tangga (IRT) yang memiliki anak bawah lima tahun (Balita) harus merawat anaknya di Sel.

“Apakah tega melihat hal itu. Bagaimana jika Ibu dari para APH dalam posisi itu. Apa membiarkan dipenjara atau dibela?,” tegasnya.

Intinya, kalau pihak perusahaan tembakau (rokok) itu tidak mau dimediasi dan menolak upaya-upaya permintaan damai atas tindak pidana ringan seperti ini, sebaiknya memang harus angkat kaki saja dari Lombok.

“Saya akan buat petisi jempol darah bebaskan IRT itu dan minta perusahaan tersebut angkat kaki dari Lombok,” kata dia.

Petisi itu juga muncul dari kalangan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) NTB Dapil 7 dan 8 Lombok Tengah. Selaku wakil rakyat, H L Pelita Putra siap menjadi garda terdepan akan mengajak wakil rakyat lainnya di Dapil Loteng ini untuk menolak sikap perusahaan tembakau yang memenjarakan masyarakat.

“Ini misi kemanusiaan, ini juga Tipiring. Tidak semua kasus bisa ditindaklanjuti, banyak cara penyelesaian termasuk mediasi,” ujarnya.

Dirinya akan mengajak Dewan Dapil 7 dan 8 bersama masyarakat lainnya mendatangi Kejaksaan supaya bebaskan IRT itu karena ada dua Balita yang tidak tahu menahu menjadi korban ketidak ada rasa kemanusiaan dalam kasus ini.

“Kami siap menjadi penjamin penahanan mereka. Ini misi kemanusiaan, kasian Balita tersebut,” cetusnya. (TN-red)

Related Articles

Back to top button