NTB Masuk Daerah Tinggi Peredaran Obat Palsu dan Makanan Zat Berbahaya, Lotim Terbanyak

Mataram, Talikanews.com – Balai Pemeriksaan Obat dan Makanan (BPOM) Mataram menyebutkan, Nusa Tenggara Barat merupakan daerah tinggi peredaran penyalahgunaan obat palsu dan makanan zat berbahaya yang berdampak terhadap kesehatan. Kabupaten Lombok Timur merupakan terbanyak.

Kepala BPOM Mataram, Dr Zulkifli Spt menegaskan, di Kabupaten Lombok Timur merupakan daerah paling rawan peredaran obat palsu dan makanan mengandung zat berbahaya untuk kesehatan.

“Kita tidak menutup mata, di NTB masih dibilang tinggi peredaran obat palsu. Termasuk kebutuhan rumah tangga, makanan yang mengandung zat berbahaya. Buktinya, Terasi yang mengandung Rhodamine B, gudangnya di Lombok Timur, yang merupakan kiriman dari Kalimantan Timur,” ungkapnya saat media ghetring, Kamis 18 Februari 2021, di Kantornya.

Zulkifli memaparkan, obat palsu yang sering beredar seperti Tramadol, dextro minerpan dan obat lainnya. Kalau dilihat dari label, obat tersebut mirip asli dan tertera izin BPOM. Hanya saja, izin tersebut adalah palsu.

“Coba bayangkan, contoh tramadol palsu, satu bungkus harganya belinya Rp 150 ribu. Hebatnya, dijual Rp 100 ribu per lembar, bagaimana tidak untung banyak, dan peredaran marak,” kata dia.

Dia menyebutkan, daerah pintu masuk obat palsu itu yakni Bima dan Mataram. Namun, daerah peredaran atau penjualan di Lombok Timur.

“Semua obat palsu masuk jalur Ilegal. Ini yang perlu distop, namun kami butuh kolaborasi pimpinan daerah. Jangan hanya sedikit kaitan dengan obat dan makanan palsu lantas disalahkan adalah BPOM. Padahal kita punya tugas yang sama untuk berantas peredaran obatan dan makanan palsu di daerah ini,” ujarnya.

Yang jelas lanjut Zulkifli, Balai POM tidak bisa bergerak tunggal dalam mencegah peredaran obat dan makanan yang mengandung zat berbahaya itu sehingga, butuh bantuan dan kerjasama para stakeholder di setiap daerah.

“Kami tidak bisa berjalan sendiri tanpa dukungan di daerah,” cetusnya.

Tidak hanya peredaran obat palsu. Kosmetik dan Jamu palsu pun banyak beredar. Yang paling berbahaya kosmetik yang menggunakan bahan pemutih terbuat dari Mercuri.

“Lipstik juga banyak yang mengandung bahan Rhodamin B,” tegasnya.

Zulkifli menjelaskan cara mengenali obat dan makanan yang tidak terdaftar di BPOM. Mulai dari merk, kalau merknya aneh, jelas BPOM tidak mungkin keluarkan izin, kalaupun ada tertera izin BPOM.

Tidak hanya itu, kenali angka izin. Kalau untuk obat, 15 digit , tiga digit huruf, 12 digit angka. Kemudian untuk Kosmetik 13 digit, dua digit huruf dan 11 digit angka.

Untuk kode pangan 14 digit, dua digit huruf dan 12 digit angka. Terakhir, OT itu 11 digit, dua digit huruf dan sembilan digit angka. Contoh TL.123456789.

“Berhati-hati dalam memilih dan menggunakan kosmetik yang baik bagi kulit. Pemakaian yang salah dapat menyebabkan iritasi, jerawat sampai kerusakan permanen pada wajah serta kulit,” tutupnya (TN-red)

Related Articles

Back to top button