Polres Lobar Telusuri Isu Penjualan Gili Tangkong, Ternyata Hoax, Tapi ?

Lombok Barat, Talikanews.com – Isu penjualan Gili Tangkong, Sekotong Lombok Barat oleh salah satu Situs Medsos memantik perhatian banyak pihak. Termasuk Satreskrim Polres Lombok Barat pun ikut menelusuri isu tersebut.

Kasat Reskrim Polres Lobar, AKP Dhafid Shiddiq menyebut isu itu hoax setelah dirinya melakukan klarifikasi dengan berbagai pihak, baik pemerintah desa, kecamatan dan Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Provinsi NTB.

“Pihak Desa dan Kecamatan dan BPKAD mengaku tidak mengetahui informasi adanya penjualan. Karena lahan itu masih merupakan Aset milik pemerintah,” ungkapnya, seusai melakukan klarifikasi, Senin 8 Februari 2021.

Dhafid Shiddiq menjelaskan, hasil klarifikasi terungkap bahwa Pulau Gili Tangkong di Wilayah Sekotong dekat Gili Gede dan Gili Sudak, tersebut sebagian milik Provinsi NTB seluas 7.2 hektar dikelola PT. Heritage Resort and Spas (Bintan) berdasarkan Perjanjian Kerja Sama (PKS) pemanfaatan lahan mulai tahun 2019 dan berakhir tanggal 18 Desember 2020.

Dhafid Shiddiq menegaskan, keterangan kepala BPKAD Provinsi NTB, PKS yang ditandatangani PT. Heritage Resort and Spas sudah berakhir dan sudah di adakan pengumuman pemanfaatan kembali terhadap lahan dan PT bersangkutan berjanji akan memperpanjang pemanfaatannya.

Hanya saja, karena pandemi Covid-19 pemilik PT tersebut belum bisa datang ke NTB disebabkan pemilik PT merupakan Warga Negara Singapura dan tinggal di Singapura.

“Lahan seluas 7,2 hektar tersebut masih dimiliki oleh Pemprov dan sertifikatnya masih di kantor BPKAD NTB. Tidak ada penjualan lahan di Gili Tangkong milik pemprov sampai saat ini,” tegasnya.

Dari luas 7.2 hektare milik Pemprov NTB, ada juga lahan di Gili Tangkong dimiliki oleh perorangan atau masyarakat luas keseluruhan sekitar 17 are, salah satunya dimiliki oleh PT Gita Kencana.

Dengan demikian lanjutnya, isu penjualan lahan yang dimiliki Pemprov NTB seluas 7.2 hektar itu tidak benar. Malah, isu penjualan sering terjadi di medsos, tercatat dua kali pada tahun 2019 akhir.

“Itu hoax yang di buat oleh pemilik akun diduga berada di Sulawesi. Namun akun tersebut sudah dihapus,” ujarnya.

Dari hasil klarifikasi tersebut bisa disimpulkan bahwa dugaan penjualan pulau Gili Tangkong tidak benar, dan terkait pemberitaan itu unit Tipikor Sat Reskrim Polres Lobar akan tetap melakukan monitoring terhadap informasi tersebut. (TN-red)

Related Articles

Back to top button