319 Rumah dan 789 KK di Labuhan Haji Lombok Timur Terendam Banjir

Lombok Timur, Talikanews.com – Intensitas hujan tinggi pada Senin, 08 Februari 2021, sejak pukul 12.00 Wita membuat 319 rumah warga Labuhan Haji, Lombok Timur terendam banjir hingga 1 meter.

Tidak ada korban jiwa akibat banjir tersebut. Namun, sebanyak 789 kepala keluarga terdampak banjir.

Kepala Pelaksana BPBD Lombok Timur, Drs H Napsi membenarkan kejadian tersebut sehingga melakukan cek lokasi dan asesment. Kemudian mengevakuasi mandiri warga dibantu tim gabungan aparat terkait.

“Kita juga melakukan pemasangan tanggul sementara menggunakan karung isian pasir pada rumah-rumah warga. Penyedotan genangan air pada pekarangan rumah warga, pembuatan jalur air dan berkoordinasi dengan Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan, Dinas LHK, TNI, Polri, SAR Unit Lombok Timur, pihak Kecamatan, Desa dan masyarakat sekitar,” ungkapnya.

Napsi menuturkan kronologi kejadian, akibat cuaca ekstrem disertai hujan dan angin kencang dengan intensitas sedang – tinggi dalam beberapa hari terakhir di wilayah Kabupaten Lombok Timur khususnya Senin 8 Februari, sejak pukul 12.00 wita mengakibatakan pohon tumbang di Desa Labuhan Haji Kecamatan Labuhan Haji pukul 13.45 wita.

Pada pukul 16.00 wita, petugas yang piket BPBD kembali menerima laporan bahwa telah terjadi banjir luapan di Desa Labuhan Haji Kecamatan Labuhan Haji, sehingga langsung menuju lokasi.

Adapun rentan waktu banjir luapan sejak pukul 16.00 – 20.30 wita dan berangsur kondusif. “Hingga saat ini personil masih berada dilokasi karena ada beberapa rumah warga yang masih butuh penyedotan,” kata dia.

Napsi memaparkan kepala keluarga yang terdampak untuk di Dusun Mandar sebanyak 299 KK, kemudian Dusun Ambengan sebanyak 490 KK. Sedangkan rumah yang terendam di Dusun Mandar sekitar 114 unit rumah, di Dusun Ambengan sekitar 200 unit rumah dan Desa Greneng Kecamatan Sakra Timur di Dusun Lengkok Reke Lima unit rumah.

“Ada Pohon tumbang di depan Puskesmas Labuhan Haji membuat aksses jalan terganggu,” tuturnya. (TN-red)

Related Articles

Back to top button