Kondisi SDN di Loteng Memperihatinkan, Pemda Terkesan “Tutup Mata”

Lombok Tengah, Talikanews.com – Lagi, dunia pendidikan di Kabupaten Lombok Tengah tercoreng dengan adanya atap bangunan Sekolah Dasar Negeri (SDN) yang berada di Desa Selebung Kecamatan Batukeliang memperhatikan. Bahkan, fasilitas pendidikan itu dibiarkan roboh begitu saja tanpa ada yang mengurusi. Seakan Pemerintah Daerah setempat “tutup mata”

Kondisi lembaga pendidikan dasar itu terkuak setelah muncul di media sosial. Sehingga membuat warga setempat angkat bicara.

Herman alias Komeng yang merupakan warga Desa Selebung mengungkapkan rasa keperihatinannya atas kondisi bangunan Sekolah yang ada di wilayahnya yang tidak terurus oleh pemerintah daerah Lombok Tengah dalam hal ini Dinas Pendidikan Lombok Tengah.

“Sungguh miris melihat kondisi yang sangat memprihatinkan. Di era seperti saat ini, dimana anak-anak yang begitu gigih memilih tempat untuk mengenyam pendidikan yang berkelas, yang dilengkapi dengan pasilitas yang memadai, ruang kelas yang nyaman, ruang guru yang dilengkapi internet dan lain sebagainya. Namun semua itu sungguh berbanding terbalik dan kami menangis melihat kondisi adik adik yang begitu riang karena mereka tidak pernah terpikirkan sewaktu-waktu keselamatan mereka bisa saja terancam ketika bangunan itu roboh,” ungkapnya Senin 8 Februari 2021.

Mungkin lanjutnya satu satunya Sekolah Negeri yang ada di Lombok Tengah yang kondisinya di luar kata layak dan sangat membahayakan yang sampai saat ini masih aktif di gunakan.

“Mohon kepada Dinas Pendidikan Kabupaten Lombok Tengah untuk memperhatikan dan mengecek langsung keadaan SEKOLAH DASAR NEGERI SAPIT_GUGUS 8 yang beralamat di Dusun Sapit Desa Selebung Kecamatan Batukliang Kabupaten Lombok Tengah.
Kondisi saat ini sangat membahayakan,” Pintanya

Terpisah Kepala Desa Selubung Agus Kusuma Wardana mengatakan memang kalau dilihat dari kondisi fisik bangunan, sekolah ini sangat memperhatikan. Namun ada satu susi lagi yang harus diperhatikan yakni sumber muridnya tidak ada.

Beberapa tahun yang lalu pihaknya bersama ketua gugus mengusulkan perbaikan atap bangunan sekolah yang rusak itu. Namun belum ada perbaikan dari Dinas terkait. Jumlah siswa yang ada di sekolah tersebut sampai saat ini tinggal belasan orang mulai dari kelas Satu sampai kelas Enam

“Sekolah itu tidak ada siswanya karena lokasinya sangat jauh dari sumber murid yang ada oleh sebap itu dulu pernah saya berikan dua opsi agar proses belajar mengajar dapat berjalan lancar yakni menggabungkan siswa yang ada di sekolah yang rusak itu ke SDN 1 Desa Selubung atau sekolah tersebut di pindahkan ke Dusun Safit dan Dusun Muntong Goak karena di dua dusun tersebut merupakan sumber muridnya,” ujar Agus.

Menurutnya memang bangunan sekolah yang berdiri sekitar tahun 1980 itu sebenarnya tidak layak di bangun, mengingat akses jalan menuju tempat itu tidak ada dan kondisinya sangat jauh dari pemukiman.

Namun demikian semua itu bukan di jadikan alasan oleh Pemda dan Dinas terkait untuk tidak memperhatikan sekolah tersebut paling tidak dicari apa akar masalahnya

“Kami tidak tau apa dulu pertimbangan pemerintah daerah sehingga membangun sekolah yang tidak ada akses jalan dan jauh dari pemukiman tetapi itu bukan di jadikan alasan oleh pemda dan dinas terkait untuk tidak peduli terhadap sekolah itu,” paparnya.

Kendati demikian dirinya tetap berharap kepada Pemda Loteng dan Dinas terkait untuk segera merespon persoalan ini agar tidak terus meberus menjadi fitnah di semua pihak.

“Terkait isu pendidikan ini kan sangat vital karena ini merupakan hak semua anak untuk mendapatkan pendidikan yang layak. Untuk itu kami minta pemda segera mencarikan solusi dan jalan terbaik,” tutupnya. (TN-03)

Related Articles

Back to top button