BMKG : Dua Hari Kedepan, Angin Kencang Capai 30-40 km/jam, Bisa Rusak Atap Bangunan

Mataram, Talikanews.com – Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) ZAM Lombok menyampaikan, dua hari ini, kecepatan angin mencapai 30-40 km/jam bahkan lebih. Sehingga, perlu mewaspadai pohon besar karena bisa mengakibatkan cabang pohon lepas hingga kerusakan ringan pada bagian atas bangunan.

Prakirawan BMKG ZAM Lombok, Agastya Ardha Chandra Dewi menjelaskan, terjadi peningkatan kecepatan angin di wilayah NTB. Peningkatan ini disebabkan adanya pola tekanan rendah di wilayah selatan ekuator tepatnya di wilayah daratan Australia bagian Utara, terpantau tekanan rendah mencapai (995 hPa) hingga (999 hPa).

Pola tekanan rendah tersebut lanjutnya, menyebabkan terjadinya perbedaan tekanan yang cukup signifikan yang berdampak terjadinya peningkatan kecepatan angin khususnya di wilayah NTB, dengan kecepatan angin maksimum mencapai 30 hingga 40 km/jam.

Adapun potensi yang bisa ditimbulkan, yakni kondisi cuaca wilayah NTB untuk 2 hari kedepan masih berpotensi terjadi peningkatan kecepatan angin di wilayah di NTB, serta perlu juga di waspadai terjadi Hujan dengan intensitas Sedang hingga Lebat disertai kilat/petir dan angin kencang pada pagi hingga malam dini hari di Kota Mataram, Lombok Barat, Lombok Tengah, Lombok Utara, Lombok Timur, Sumbawa, Sumbawa Barat, Dompu, Kota Bima dan Bima.

BMKG mengimbau masyarakat agar waspada dan berhati-hati terhadap dampak yang dapat ditimbulkan seperti terjadinya genangan air, tanah longsor, Banjir, angin kencang yang terjadi secara tiba-tiba, pohon tumbang, serta kuranganya jarak pandang saat berkendara.

Selain itu bagi pengguna dan operator jasa transportasi laut, nelayan, wisata bahari dan masyarakat yang beraktivitas di sekitar wilayah pesisir, supaya mewaspadai tinggi gelombang yang melebihi 2.0 meter di Selat Lombok bagian Utara dan Selatan, Selat Alas bagian Utara dan Selatan, Perairan Utara Sumbawa, Samudera Hindia Selatan NTB, Selat Sape bagian Utara dan Selatan.

“Jangan lupa, selalu memperhatikan Informasi BMKG khususnya Informasi Peringatan Dini Cuaca,” tutupnya (TN-red)

Related Articles

Back to top button