BMKG : Potensi Curah Hujan Tinggi akan Terjadi di Lombok, Waspada!

Mataram, Talikanews.com – BMKG Stasiun Klimatologi Lombok Barat, merilis informasi iklim dasarian di Provinsi Nusa Tenggara Barat update 31 Januari 2021. Bahkan keluarkan imbauan waspada peningkatan potensi multi bencana hidrometeorologi seiring masuknya puncak musim hujan.

Prakirawan BMKG Stasiun Klimatologi Lombok Barat, Made Budi Setyawan menyampaikan kondisi terkini iklim NTB, bahwa curah hujan di NTB pada dasarian III Januari 2021 secara umum berada pada kategori menengah (51 – 150 mm per dasarian) hingga tinggi (151 – 400 mm per dasarian).

Sebaran Curah hujan kategori menengah secara umum tersebar hampir di seluruh wilayah Provinsi NTB. Sedangkan curah hujan dengan kategori tinggi terjadi hanya di beberapa titik di Provinsi NTB, meliputi sebagian wilayah Lombok Barat, Lombok Utara hingga Lombok Timur, sebagian wilayah Bima dan sebagian wilayah Dompu.

“Curah Hujan tertinggi terjadi pada pos hujan Sembalun di Kabupaten Lombok Timur, dengan jumlah curah hujan 467 mm/dasarian. Sifat hujan pada dasarian III Januari 2021 di wilayah Pulau Lombok didominasi sifat Atas Normal (AN), begitu pula untuk sifat hujan di Pulau Sumbawa yang juga didominasi sifat hujan Atas Normal (AN),” ungkapnya melalui resminya, Minggu 31 Januari 2021.

Dia menjelaskan Monitoring Hari Tanpa Hujan Berturut – turut (HTH) umumnya berada dalam kategori sangat pendek (1 – 5 hari) hingga masih ada hujan sampai dengan tanggal updating.

Mengenai kondisi dinamika Atmosfer lanjutnya, indeks ENSO saat ini berada dalam kriteria La Nina Moderat, dan diprediksi akan terjadi hingga bulan Juni 2021. Indeks Dipole Mode saat ini berada pada kategori Netral dan diprediksi akan tetap Netral hingga Mei 2021.

Saat ini, angin baratan secara umum mendominasi wilayah Indonesia. Pergerakan MJO saat ini terpantau aktif di Benua Maritim khususnya bagian tengah hingga timur dan diprakirakan akan tetap aktif hingga akhir dasarian I Februari 2021. Terdapatnya pusat tekanan rendah di perairan Australia sebelah selatan Indonesia mengakibatkan peningkatan curah hujan di wilayah NTB yang disertai dengan angin kencang.

Oleh sebab itu, terdapat peluang curah hujan dasarian I Februari yang diprakirakan masih terdapat peluang curah hujan >20 mm/dasarian dan > 50 mm/dasarian yang sangat tinggi, yaitu sebesar > 90 persen yang merata di seluruh wilayah NTB.

“Perlu diwaspadai peluang curah hujan >100 mm/dasarian yang cukup tinggi, yaitu >90 persen terjadi di Lombok Barat, Lombok Tengah, Bima dan Dompu,” kata Made Budi Setyawan.

Disatu sisi, Nindya Kirana yang merupakan Prakirawan BMKG Stasiun Klimatologi Lombok Barat menjelaskan, memasuki puncak musim hujan serta terdapatnya pertemuan dan belokan angin di sekitar wilayah NTB, masyarakat dihimbau agar meningkatkan kewaspadaan terhadap terjadinya perubahan cuaca secara tiba – tiba seperti adanya potensi hujan sedang hingga lebat disertai petir dan angin kencang serta dampak yang dapat ditimbulkan seperti banjir, tanah longsor, genangan air, pohon tumbang serta gelombang tinggi.

“Masyarakat juga dihimbau untuk selalu memperhatikan informasi BMKG terlebih dahulu sebelum beraktivitas,” tuturnya.

Nindya Kirana menambahkan, info lebih lanjut mengenai Informasi Iklim di Provinsi Nusa Tenggara Barat silahkan menghubungi BMKG Stasiun Klimatologi Lombok Barat Telepon 0370-674134 dan fax 0370-674135, Whatsapp : 081917465601 Website: iklim.ntb.bmkg.go.id . (TN-red)

Related Articles

Back to top button