Masyarakat Sadar Wisata Lombok Tengah Mulai Khawatir Penyebaran Covid-19 di KEK Mandalika

Lombok Tengah, Talikanews.com – Masyarakat Sadar Wisata (MASATA) Lombok Tengah mulai khawatir akan penyebaran Covid-19 di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika Lombok pasca ditetapkan almarhum Bambang Sutiyono (59) warga Limbangan Desa Karang Dowo, Kecamatan Weleri Jawa Tengah, positif covid-19.

Bambang merupakan koordinator proyek pembangunan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika ditemukan meninggal dunia di kamar mandi kontrakan dan setelah melalui proses pemeriksaan oleh dokter Rumah Sakit Umum Daerah Praya, dinyatakan positif Covid-19.

Terkait hal itu, para pelaku wisata mulai khawatir akan penyebaran Covid-19 di wilayah destinasi super prioritas dan menyayangkan sikap ITDC dan satuan tugas (Satgas) Covid-19 Kabupaten Lombok Tengah yang tidak bergerak cepat melakukan Contact tracing terhadap siapa saja almarhum Bambang Sutiyono (59) kontak langsung.

“Masyarakat dan pelaku wisata di wilayah Kuta mulai resah dan khawatir pasca Bambang ditetapkan positif Covid-19. Bagaimana dengan pekerja lain yang sudah kontak langsung dengan Almarhum di proyek Mandalika,” ungkap Ketua MASATA Loteng, Lalu Sandika.

Dia menegaskan, mestinya Satgas Covid-19 Loteng dan ITDC segera ambil sikap untuk memutus mata rantai kluster baru penyebaran virus covid-19 di proyek Mandalika itu.

“Jangan sampai lalai dan menyepelekan virus covid-19, bagaimana kalau meluas sehingga wisata di Mandalika menjadi sepi pengunjung,” kata dia.

Selain itu tambah Sandika, mungkin dari pihak kontraktor proyek tempat Almarhum bekerja untuk melakukan check up kepada pekerja lainnya guna memastikan kondisi kesehatan pekerja.

“Ia dari pihak kontraktor Proyek dalam hal ini PT. PP atau PT. WIKA harus segera melakukan check up pekerja per minggunya guna memastikan kondisi kesehatan dari tiap pekerja terbebas dari paparan virus covid-19,” ujarHumas Mandalika Asosiation Hotel (MAH) ini .(TN-03)

Related Articles

Back to top button