Pasca Muswil, Sayap Partai Kebangkitan Bangsa di NTB Runtuh, Ancaman Cak Imin 2024

Lombok Tengah, Talikanews.com – Satu persatu Sayap Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) di Nusa Tenggara Barat mulai runtuh pasca Musyawarah Wilayah (Muswil) yang digelar tanggal 9 – 10 Januari, di Mataram.

Mulai dari Muhammad Akbar Jadi atau Viken Madrid, mengundurkan diri sebagai ketua Gerbang Tani NTB. Disusul pengurus harian dan kader perempuan bangsa NTB.

Terbaru lagi, Baiq Erna Meidiya Hastuti yang merupakan mantan Ketua Kopri Cabang Kota Mataram, juga pengurus perempuan bangsa Lombok Tengah.

“Kalau bicara PKB mungkin saya tidak akan memilih lagi, apalagi untuk bergabung ke PKB, pernyataan ini juga ancaman bisa jadi ancaman Caq Imin Capres 2024. Saya sudah tidak percaya lagi sama Ketua Umum (Ketum) PKB, yakni Muhaimin Iskandar atau Cak Imin,” ungkapnya, Selasa 12 Januari 2021.

Meidiya mengaku, hal ini diambilnya terlebih yang menahkodai PKB ini adalah Caq Imin dan dia mempunyai wewenang penuh terhadap DPW dan DPC PKB se-Indonesia. “Sekali lagi, saya kecewa hasil Muswil DPW NTB,” kata dia.

Meidiya menegaskan, kalau dirinya menceritakan semua perjalanannya berjuang sebagai ketua perempuan bangsa Loteng sangat ruet. “Dari dulu saya tidak mau menceritakan bagaimana kami di dzolimi,” ujarnya.

Yang jelas, dirinya bersama pengurus perempuan bangsa Loteng sudah bergerak maksimal supaya sayap PKB ini berjalan membesarkan nama Partai di Loteng. Ternyata dari Wilayah tidak mengeluarkan SK, sehingga dirinya menilai hanya dimanfaatkan selaku sayap partai PKB.

“Setelah ketua DPC PKB Loteng terpilih yaitu Mr X, kami pengurus perempuan bangsa loteng di depak. Anehnya nama yang keluar menjadi ketua perempuan bangsa loteng bukan saya melainkan Juanda yang tidak pernah berperan di PKB. Semua pengurus permpuan bgsa tidak ada masuk ke struktural perempuan bangsa itu,” kesalnya.

Parahnya lagi, dirinya berjuang sampai ke Jakarta minta SK tersebut, akan tetapi wilayah tidak menerbitkan dan tidak mau menerbitkan.

“Kita saat ini hanya memantau saja, belum ada langkah selanjutnya,dan kami udah membentuk group X perempuan bangsa yang mungkin disana lebih fokus ke NU, gerakan perempuan dan NU,” tutupnya (TN-red)

Related Articles

Back to top button