Ruslan Turmuzi: Yang Lebih Berhak terhadap Pergantian Nama Bandara adalah Angkasa Pura

Lombok Tengah, Talikanews.com – Salah seorang angota DPRD Provinsi NTB dari Fraksi PDIP, Ruslan Turmuzi menilai, polemik pergantian nama Bandara Internasional Lombok (BIL) menjadi Bandara Internasional Zainudin Abdul Majid (BIZAM), suatu hal yang tidak perlu di perdebatkan, baik oleh yang pro atau kontra. Pasalnya, persoalan nama bandara itu menjadi hak penuh pihak Angkasa Pura.

Hanya saja, kemungkinannya Angkasa Pura menghargai pemerintah setempat dalam hal ini Pemprov NTB dan Pemda Loteng sebagai wilayah ketempatan untuk memberikan nama bandara sesuai kesepakatan bersama.

“Kita sebenarnya tidak perlu mempersoalkan nama bandara itu karena yang berhak memberikan nama terhadap bandara tentu pihak Angkasa Pura selaku BUMN yang di percaya pemerintah sebagai pengelola,” ungkapnya Ruslan saat menghadiri upacara HAB Kemenag Loteng ke 75 di Alun-alun Tastura, Praya, Selasa 5 Januari 2020.

Oleh sebab itu, anggota Dewan Lima periode menyarankan para pemangku kebijakan baik Pemprov NTB dan Pemda Loteng untuk duduk bersama mencari jalan tengah agar polemik sengketa nama badara ini segera terselesaikan tanpa menimbulkan korban.

Ruslan Turmuzi menyayangkan sikap Pemprov NTB sebelumnya yang tidak pernah mengajak anggota DPRD baik tingkat Kabupaten maupun tingkat Provinsi untuk mengusulkan pergantian nama bandara itu. Padahal jika mengacu pada aturan yang ada pengusulan nama bandar itu harus di tetapkan oleh DPRD melalui paripurna bukan oleh ketua DPRD.

“Dari awal saya sudah sampaikan bahwa proses pengusulan nama bandara itu cacat admistrasi jadi mari kita duduk bersama kembali untuk cari jalan tengahnya,” ujarnya

Senada disampaikan H Puaddi, juga Angota DPRD Provinsi NTB dari Fraksi Golkar berharap agar persoalan nama bandara ini di selesaikan secara arif dan bijaksana yang mengedepankan kemusyawarahan.

“Mari kita duduk bersama cari solusi terbaik untuk selesaikan polemil ini,” ujarnya

Begitupun disampaikan H Lalu Idham Halid Pelaksana Tugas Sekda Lombok Tengah. Baginya, dahulu Angkasa Pura pernah mengganti nama bandara dari Bandara Internasional Lombok (BIL) lalu kemudian dirubah menjadi Lombok Internasional Airport (LIA) dan itu tidak ada persoalan.

“Ia memang dulu nama bandara itu pernah di rubah oleh pihak Agkasa Pura tapi tidak di tambah atau pun di kurangi, dan ada proses rembug bersama,” tutupnya. (TN-03)

Related Articles

Back to top button