Cegah munculnya Kelompok Radikal demi Indonesia Rukun, Kemenag Loteng Rangkul Ormas

Lombok Tengah, Talikanews.com – Mencegah munculnya kelompok-kelompok Radikal, demi tercapainya Indonesia Rukun, Kementerian Agama Loteng, merangkul organisasi masyarakat (Ormas).

Langkah itu dilakukan Kepala Kanmenag Loteng, H Zamroni Azis karena sudah menjadi atensi di tahun 2021.

menjadi atensi kementerian Agama Kabupaten Lombok Tengah untuk dilakukan ditahun 2021 ini, khususnya Ormas, tuan guru dan ulama yang tidak berafiliasi dengan ormas yang dilarang pemerintah.

“Ini upaya menekan berkembangnya kelompok radikal tentunya akan terus dilakukan dengan merangkul semua pihak baik itu Pemerintah maupun Ormas yang ada,” ungkapnya Senin, 4 Januari 2021.

Adapun Ormas yang dirangkul dan tidak berafiliasi seperti NW, NU, Muhammadiyah, Darul Muhajirin dan Yatofa akan terus digandeng untuk menyatukan persepsi mencegah paham radikal.

Kanmenag Loteng bersama TNI-POLRI dan Kejaksaan akan menjadi garda terdepan serta membangun hubungan yang baik dengan Pemerintah setempat, Ormas Islam, juga masyarakat non Muslim.

‘’Kalau kerukunan antar umat beragama terjalin baik dan hubungan semua masyarakat terjalin baik maka, apa yang menjadi tujuan kita bernegara akan bisa digapai salah satunya yakni kerukunan dalam beragama,’’ ujarnya.

Zamroni menceritakan stratgei yang dilakukan untuk menekan berkembangnya kelompok radikal itu yakni dengan melaksanakan program sambang Masjid dan Pondok Pesanteren.

Dimana program ini di anggap mampu untuk mencegah berkembangnya kelompok radikal di Bumi Tatas Tuhu Trasna. Program ini akan dilaksanakan awal tahun 2021.

‘’Dimana melalui program ini kita lebih mengedepankan memperbaiki ahlak manusianya agar tidak berbuat yang berlebihan ditengah masyarakat,’’ tuturnya.

Selain itu, untuk membentuk ahlak manusia di Lombok Tengah, pihaknya juga menggerakkan 114 penyuluh agama hingga tingkat Dusun. Dimana penyuluh agama yang direkrut Kementerian Agama diminta untuk terus memberikan penyuluhan di masing-masing wilayah kerjanya di 12 Kecamatan yang ada.

Keberadaan penyuluh tersebut tentu akan mampu membentuk karakter masyarakat yang agamis yang takut akan kebesaran Tuhan.

‘’Semua penyuluh agama yang ada kita gerakan termasuk 10 orang penyuluh PNS,’’ terangnya.

Pola pemberian penyuluhan agama yang dilakukan, penyuluh diarahkan sebagai Khatib hari Jumat di semua Masjid yang ada di 12 Kecamatan.

Para penyuluh diharapkan memberikan penyuluhan agama kepada masyarakat melalui khotbah jumat.

“Materi penyuluhan yang disampaikan yakni materi persatuan dan kesatuan untuk menuju indonesia rukun,’’ tutupnya. (TN-03)

Related Articles

Back to top button