TNI-Polisi Mataram Bubarkan Kerumunan Massa di Malam Pergantian Tahun

Mataram, Talikanews.com – Patroli gabungan berskala besar TNI-Polri di Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat membubarkan kerumunan massa di malam pergantian tahun 2020, pada Kamis malam 31 Desember 2020, di wilayah Kota Mataram.

Patroli yang dipimpin Dandim 1606 Lombok Barat, Kolonel Arm Gunawan didampingi Kabag Ops Polresta Mataram Kompol Taufik, membubarkan masyarakat yang dijumpai disejumlah tempat seperti di Pantai Ampenan.

Di lokasi wisata Kota Mataram ini masih banyak masyarakat berkumpul menantikan malam pergantian tahun. “Bubar semuanya, tidak boleh ada yang berkerumun seperti ini,’’ ungkap Kabag Ops Polresta Mataram, Kompol Taufik, meminta masyarakat.

Setelah dari pantai Ampenan, petugas mendatangi Jalan Udayana yang menjadi pilihan warga untuk berkumpul. Di tempat tersebut, petugas masih mendapati puluhan warga yang berkumpul bersama sahabat dan keluarga.

Tanpa menunggu lama, petugas langsung membubarkan kerumunan ini. ‘’Ini sudah melewati waktu. Silahkan bubar dan pulang ke rumah masing-masing,” punya Taufik.

Taufik mengaku, sebelumnya petugas sudah menginformasikan dan imbau supaya tidak ada yang beraktivitas malam pergantian tahun.

“Ini kok masih berkumpul juga. Penyebaran Covid-19 di NTB lagi naik, jangan ada yang berkumpul paling tidak gunakan maskernya,’’ kata Taufik.

Petugas juga mendapati warga berkerumunan di Lapangan Sangkareang Mataram. “Kami sudah sampaikan tidak boleh ada yang berkerumun. Pulang saja ke rumah masing-masing,’’ ujarnya.

Setelah di pusat Kota, tim gabungan beralih ke Jalan Lingkar Selatan. Petugas mendatangi sekitar Gerbang Tembolak dan Taman Loang Baloq. Kedua tempat ini sepi pengunjung.

Petugas juga menyasar dan mencari pedagang petasan yang masih nekat berjualan. Pedagang petasan yang kedapatan berjualan langsung diminta menutup dagangannya dan pulang ke rumah serta tidak berjualan lagi.

‘’Cepat tutup dagangannya. Nanti kami balik lagi. Kalau masih berjualan kami sita dagangannya,’’ ungkap Taufik.

Dandim 1606 Lombok Barat, Kolonel Arm Gunawan menyampaikan, sesuai rencana malam pergantian tahun tidak boleh ada kerumunan yang bisa mengakibatkan pelanggaran protokol kesehatan.

Kedua tetap mengantisipasi adanya masyarakat merayakan malam pergantian tahun dengan cara yang tidak sepatutnya. Seperti minum minuman keras, mabuk-mabukan, membakar petasan atau kembang api yang membahayakan.

“Imbauan sudah lama kita sampaikan. Penjual dan dan pembeli yang tidak faham larangan. Sudah kita antisipasi dengan melakukan penertiban tiga hari sebelumnya. Namun jika ada ditemukan akan diberitahukan dengan cara humanis dan tegas sesuai arahan Wali Kota Mataram,’’ tutup Dandim 1606 Lombok Barat. (TN-red)

Related Articles

Back to top button