Hanya Raperda usulan Gubernur NTB yang Lolos, Lima usulan dari Bapemperda DPRD Molor hingga 2021

Mataram, Talikanews.com – Rapat sidang paripurna DPRD NTB dengan agenda pandangan pansus terhadap 6 (enam) Ranperda inisiatif rupanya tidak tuntas. Semua Panitia Khusus (Pansus) dari 6 Ranperda itu minta perpanjangan waktu.

Padahal, sidang rapat paripurna itu merupakan terakhir yang dilaksanakan DPRD NTB di tahun 2020 dan keenam Ranperda sudah kelar. Nyatanya, keenam Ranperda itu molor dari target sebelumnya, hanya satu yang masuk yakni Perda Industrialisasi.

Salah satu Anggota DPRD NTB, H Bukhari Muslim mengatakan, molornya pembahasan Ranperda mengatakan mengindikasikan tidak tuntasnya pekerjaan Badan Pembentukan Perda (Bapemperda) DPRD NTB. Seharusnya di persidangan akhir para wakil rakyat itu, keenam Ranperda sudah tuntas tanpa menyisakan pekerjaan di tahun 2021.

“Padahal baru kemarin diberikan penghargaan Bapemperda atas kinerja mereka yang dianggap baik. Kenyataannya keenam Ranperda tidak tuntas di akhir masa persidangan 2020,” ucapnya, Rabu, 23 Desember 2020.

Apa yang dilontarkan politisi Partai Nasdem sangat beralasan. Semua pansus Ranperda saat menyampaikan pandangannya meminta perpanjang waktu.

Berbeda dengan Ranperda Industrialisasi yang diusulkan Eksekutif dalam hal ini Gubernur NTB, Dr Zulkieflimansyah, Ranperda ini ditetapkan sebagai satu-satunya regulasi peraturan yang disahkan.

Sentilan Bukhari Muslim itu ditanggapi Ketua DPRD NTB, Hj Isvi Rupaeda. Ia mengatakan, tidak ada hubungan apresiasi atau penghargaan yang diberikan kepada Bapemperda dengan molornya keenam Ranperda.

“Dalam tatib sudah jelas. Masa kerja pansus adalah satu tahun. Tidak perlu diusulkan lagi dalam agenda prolegda 2021,”kata dia.

Senada dengan Isvie, Anggota DPRD NTB dari Fraksi Golkar, H Ahmad Fuadi mengatakan, usulan perpanjangan waktu tidak ada masalah. Usulan tersebut demi lahirnya peraturan daerah yang lebih maksimal.

Disatu sisi, Gubernur NTB H Zulkifliemansyah mengatakan, perda industrialisasi yang disahkan legislatif itu sudah cukup baik. Perda ini bukan tidak mungkin, baru satu-satunya yang lahir di Indonesia. (TN-red)

Related Articles

Back to top button