Peminat Rapid Antigen di NTB Meningkat, Empat orang Tertular Virus Covid-19

Mataram, Talikanews.com – Sejak diberlakukan Rapid Antigen atau PCR oleh pemerintah pusat. Peminat rapid Antigen di Balai Kesehatan (Balkes) Provinsi NTB mengalami peningkatan hingga 400 orang setiap hari yang akan melakukan perjalanan ke luar daerah.

Kepala Balkes Provinsi NTB, Edi Ramlan menyampaikan, peminat rapid Antigen sudah banyak sejak sebulan lalu. Mulai terlihat lebih banyak sejak diberlakukannya libur, natal dan tahun baru harus menggunakan PCR atau rapid Antigen bagi yang ke pulau Jawa.

“Masa berlaku untuk rapid Antigen hanya 3 hari berdasarkan rilis pusat,” ungkapnya Selasa, 22 Desember 2020.

Sedangkan masa berlaku untuk PCR hanya 7 hari, dan rapid test anti bodi sebanyak 14 hari.

Edi Ramlan memaparkan perbedaan antara PCR, rapid Antigen dan rapid anti bodi berdasarkan segi akurasi bahwa, PCR yang paling tinggi akurasi dalam penanganan Covid-19. Sementara untuk antigen hanya dilihat dari adanya virus.

“Untuk anti body hanya respon imun dari tubuh sendiri,” kata dia.

Disinggung soal biaya? Edi menjelaskan, untuk rapid anti body cukup dengan Rp 150 ribu, namun khusus di Balkes pemohon dibebankan Rp 100 ribu untuk di NTB.

Sedangkan rapid test Antigen, ketentuan di luar Jawa sebesar Rp 275 ribu, kalau di NTB sebesar Rp 250 ribu, namun di Balkes cukup mengeluarkan Rp 150 ribu.

“Untuk PCR sendiri memang masih tinggi sekitar Rp 900 ribu,” paparnya.

Edi menambahkan, yang paling banyak peminatnya adalah rapid test anti body, hanya setelah diberlakukannya Antigen dalam pencegahan penularan virus Covid-19 menjelang pergantian tahun baru, libur dan natal ini, bagi masyarakat NTB yang akan berpergian ke luar daerah, di haruskan gunakan PCR atau Antigen.

“Antisipasi kerumunan masa saat rapid test akibat banyaknya pemohon, Balkes berlakukan pembatasan dengan buatkan jadwal,” ujar dia.

Edi menambahkan, sejak diberlakukannya wajib PCR atau rapid Antigen, data yang dihimpun Balkes Provinsi NTB, ada dinyatakan tertular Covid-19 sebanyak 4 orang. Terhadap bersangkutan, diminta lakukan test PCR untuk mengetahui DNA virus itu sendiri. (TN-red)

Related Articles

Back to top button